BACAAJA, SURAKARTA- Suasana Salat Jumat di Masjid Agung Solo mendadak punya “plot twist” ketika dua orang yang sama-sama mengklaim gelar Pakoe Boewono XIV hadir… tapi tak saling nyapa. Iya, satu masjid, satu saf, satu keluarga, tapi vibe-nya kayak stranger yang ketemu di lift.
Kakak beradik Purbaya dan Mangkubumi, yang saat ini kompak untuk nggak kompak soal siapa pewaris sah PB XIII, duduk berdekatan dengan jarak emosional setebal drama epik.
Purbaya duduk tepat di belakang imam, sementara Mangkubumi mengambil posisi di sisi selatan imam. Tetap dekat, tetap dingin.
Setelah salat, Purbaya masih sempat mampir ngobrol dengan pengurus masjid di kantor Masjid Agung Solo. Sedangkan Mangkubumi langsung cabut tanpa banyak basa-basi.
“Ini saya cuma mau menjalankan ibadah salat Jumat saja,” ujarnya singkat ke media, sangat main aman vibes.
Jumat Kedua
Buat Mangkubumi, ini Jumat kedua dirinya salat di masjid tersebut setelah didapuk sebagai PB XIV versi Lembaga Dewan Adat (LDA). Sementara itu, Purbaya baru pertama kali salat Jumat di Masjid Agung Solo setelah ia dinobatkan sebagai PB XIV versi trah ayah.
Secara garis keluarga:, Purbaya anak bungsu, satu-satunya putra dari istri ketiga PB XIII. Sedangkan Mangkubumi adalah anak sulung dari istri kedua PB XIII.
Keduanya resmi “clash” setelah Purbaya mendeklarasikan diri sebagai penerus takhta tiga hari setelah PB XIII wafat. Tak lama, Mangkubumi dinobatkan sebagai Pangeran Pati, alias kandidat raja versi kubu lain.
Dua versi raja, dua kubu, dua jalur legitimasi. Tapi yang paling nyata hari ini: dua orang… satu masjid… nol sapa-sapaan. Keraton mungkin punya dua “raja”, tapi Masjid Agung Solo cuma nyatet satu fakta: bahkan sinyal salam pun bisa hilang kalau hatinya masih no service. (tebe)

