BACAAJA, BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana melantik dan mengambil sumpah Tursiman sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Banjarnegara dalam suasana yang jauh dari formalitas kantor. Pelantikan yang digelar Kamis siang di Aula Kecamatan Pandanarum—yang kini difungsikan sebagai posko siaga longsor—membawa nuansa sederhana tapi tetap terasa resmi.
Langkah cepat ini dilakukan untuk menutup kekosongan posisi Sekda setelah pejabat sebelumnya purna tugas di awal November. Kondisi Banjarnegara yang sedang fokus menangani bencana longsor Situkung membuat jabatan ini harus segera terisi agar koordinasi tetap berjalan mulus dan keputusan lapangan bisa dieksekusi tanpa hambatan birokrasi.
Dalam sambutannya, Amalia menyebut pelantikan ini adalah ujung dari proses panjang sesuai regulasi. Ia menegaskan bahwa penempatan pejabat strategis seperti Sekda tidak bisa sembarangan, harus figur yang punya rekam jejak kuat, integritas oke, dan kemampuan manajerial yang solid.
“Kita semua tahu posisi Sekda kosong sejak pejabat lama pensiun, sementara Banjarnegara lagi butuh sosok yang sigap, apalagi sekarang status kita siaga bencana,” ucap Amalia.
Meski digelar di aula kecamatan yang kini penuh aktivitas tim SAR dan relawan, prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Amalia menyampaikan keyakinannya bahwa Trusiman, dengan pengalaman panjang di birokrasi termasuk pernah memimpin BPBD Banjarnegara, akan bisa langsung tancap gas mengurus ritme pemerintahan di tengah situasi genting.
Pelantikan Pj Sekda ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Tengah, serta tertuang dalam Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 800.1.3.3/4985/Tahun 2025 tertanggal 19 November 2025.
Amalia menambahkan, tugas Sekda bukan hanya soal koordinasi teknis pemerintahan. Lebih dalam dari itu, Sekda menjadi penghubung strategi Bupati dengan seluruh OPD agar pembangunan Banjarnegara tetap on track, reformasi birokrasi berjalan, dan tata kelola pemerintahan makin rapi, efektif, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Dengan pelantikan ini, roda pemerintahan Banjarnegara diharapkan bisa terus bergerak stabil meski sedang menghadapi situasi darurat bencana. Trusiman pun kini resmi memegang kendali administratif penting yang akan ikut menentukan arah langkah Banjarnegara ke depan. (*)


