BACAAJA, PURBALINGGA – Suasana tenang di Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, mendadak berubah mencekam Kamis pagi (13/11/2025). Seorang perempuan berinisial Y (40) tiba-tiba mengamuk dan membacok tetangganya sendiri, Jasminah (60), hingga luka parah.
Kejadian itu bikin warga sekitar panik. Beberapa orang yang sedang bersiap ke pasar langsung berlarian ke arah sumber teriakan minta tolong.
Menurut keterangan polisi, insiden itu terjadi sekitar pukul 05.50 WIB. Saat itu, Jasminah hendak berangkat berjualan jajan pasar dan rames seperti biasanya. Tapi belum jauh dari rumah, ia tiba-tiba diberhentikan oleh Y di depan rumah pelaku.
Tanpa banyak bicara, Y langsung menarik sebilah golok dari balik dasternya dan mengayunkannya ke arah kepala korban.
Bacokan pertama membuat Jasminah tersungkur, lalu disusul dengan tebasan lain yang mengenai bagian punggungnya.
“Korban sempat berteriak minta tolong. Warga yang mendengar langsung datang, salah satunya Bayu (45), yang akhirnya ikut menolong,” kata Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Siswanto.
Bayu yang datang mencoba melerai justru ikut terjatuh ke got saat berusaha menahan pelaku. Untungnya, warga lain segera datang membantu hingga pelaku akhirnya kabur.
Tak lama kemudian, Bayu melapor ke Polsek Kalimanah. Polisi bersama tim medis langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dan mencari pelaku.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan tak jauh dari rumahnya. Namun saat dibawa ke kantor polisi, kondisi mentalnya tampak tidak stabil.
“Dari keterangan warga, pelaku diduga mengalami depresi. Saat ini sudah dibawa ke RS Margono Soekarjo Purwokerto untuk observasi di ruang jiwa,” jelas AKP Siswanto.
Sementara itu, korban Jasminah dilarikan ke RS Attin untuk mendapatkan perawatan intensif. Ia mengalami luka di bagian belakang kepala dan punggung akibat sabetan golok.
“Korban masih sadar tapi butuh waktu pemulihan karena lukanya cukup dalam,” tambahnya.
Bayu yang menolong juga mengalami lecet di kaki, kepala, dan punggung akibat terjatuh saat kejadian. Meski begitu, ia mengaku lega bisa menyelamatkan tetangganya.
“Saya spontan saja bantu. Waktu itu dengar ada teriakan, saya langsung lari ke situ,” ujar Bayu dengan suara lemas.
Warga sekitar masih kaget dengan peristiwa ini. Mereka mengenal Y sebagai orang yang belakangan memang sering murung dan jarang berinteraksi dengan tetangga.
“Katanya habis ada masalah keluarga. Jadi sering bengong sendiri,” ucap seorang warga yang enggan disebut namanya.
Kini, rumah Y tampak sepi. Garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi kejadian.
Warga berharap kejadian semacam ini nggak terulang lagi, apalagi di lingkungan yang biasanya adem dan guyub.
Sementara polisi masih mendalami motif pasti di balik aksi nekat Y pagi itu. Dugaan awal, tekanan batin dan depresi jadi pemicu utama.
Kejadian ini jadi pengingat bahwa masalah kesehatan mental nggak bisa dianggap sepele. Kadang orang terlihat diam, tapi hatinya sedang berperang hebat.
Dan pagi di Selabaya yang biasanya penuh aroma jajan pasar, kali ini berubah jadi saksi bisu dari ledakan emosi yang tak terkendali. (*)


