Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Polisi Bunuh Dosen Cantik, Terkuak Ini Motifnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Polisi Bunuh Dosen Cantik, Terkuak Ini Motifnya

Dugaan awal mengarah pada motif asmara. Hubungan pribadi antara Waldi dan Erni disebut sudah terjalin cukup lama, tapi belakangan retak. Masalah hati inilah yang diduga jadi pemicu tragedi.

Nugroho P.
Last updated: November 5, 2025 5:08 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Bripda Waldi Adiyat dan korban Erni Yuniati
SHARE

BACAAJA, BUNGO – Kasus yang bikin heboh warga Bungo, Jambi, akhirnya mulai terang. Seorang polisi muda bernama Bripda Waldi Aldiyat, anggota Propam Polres Tebo, resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan sadis terhadap Erni Yuniati, dosen sekaligus Ketua Program Studi Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.

Semua bermula di sebuah perumahan di Kecamatan Rimbo Tengah, Sabtu (1/11). Warga sempat geger saat menemukan Erni tewas mengenaskan di dalam rumahnya. Kabar itu cepat menyebar lewat media sosial dan grup WhatsApp, memicu rasa penasaran publik.

Tak butuh waktu lama, tim gabungan dari Polres Bungo dan Polres Tebo berhasil menangkap Waldi di Kabupaten Tebo. Polisi pun memastikan bahwa pelaku pembunuhan tersebut ternyata adalah anggota kepolisian aktif.

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, menjelaskan bahwa dari hasil autopsi ditemukan banyak luka di wajah, kepala, dan leher korban. Ada juga indikasi kuat terjadi kekerasan seksual sebelum korban dibunuh.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku adalah anggota aktif kepolisian. Saat ini sedang diperiksa intensif,” kata Natalena kepada wartawan, Senin (3/11).

Dugaan awal mengarah pada motif asmara. Hubungan pribadi antara Waldi dan Erni disebut sudah terjalin cukup lama, tapi belakangan retak. Masalah hati inilah yang diduga jadi pemicu tragedi.

Meski begitu, polisi belum menutup kemungkinan adanya motif lain di balik kasus ini. Tim penyidik masih mendalami apakah pembunuhan itu murni karena hubungan asmara atau juga ada unsur dendam dan pencurian.

Barang bukti berupa mobil Honda Jazz, motor PCX, perhiasan, dan ponsel korban sudah diamankan. Semuanya tengah diperiksa di laboratorium forensik.

Sementara itu, momen penangkapan Waldi juga sempat terekam kamera. Dalam video yang beredar, tampak dia mengenakan topi merah, wajah tertutup masker, dan tangan diborgol. Ia digiring petugas dengan kepala tertunduk tanpa sepatah kata pun.

“Pelaku ini jeli dan bengis. Kondisi korban sangat mengenaskan,” tegas AKBP Natalena.

Dari hasil olah TKP, penyidik menemukan bukti-bukti kuat yang mengarah pada Waldi. Ia bahkan sempat mengambil barang-barang korban untuk mengelabui penyidik, agar kasusnya tampak seperti perampokan biasa.

Namun rencana itu gagal total. Dalam waktu kurang dari dua hari, identitasnya terungkap dan langsung ditangkap.

Ketika ditanya soal hubungan pelaku dan korban, Kapolres Bungo tak menampik adanya ikatan asmara yang rumit antara keduanya. “Hubungan mereka sudah lama, tapi belakangan bermasalah,” ujarnya.

Kasus ini kini ditangani serius oleh Polda Jambi. Pihak kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan meski pelaku adalah anggota Polri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Waldi dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, serta Pasal 365 ayat (3) jo 181 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Penghilangan Jejak.

Ancaman hukuman maksimalnya: hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sementara di kampus tempat Erni mengajar, suasana masih berduka. Rekan-rekan dosen dan mahasiswa masih sulit percaya bahwa sosok yang dikenal ramah dan berdedikasi itu pergi dengan cara sekejam ini.

“Bu Erni itu sosok yang baik, nggak neko-neko, sangat dekat dengan mahasiswa,” ujar salah satu rekan sejawatnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan nasional, bukan cuma karena keji, tapi juga karena pelakunya adalah aparat yang seharusnya melindungi warga.

Warga berharap penegakan hukum dilakukan seadil-adilnya, tanpa pandang bulu. Sebab keadilan untuk almarhumah Erni kini menjadi harga mati.

Dan satu hal yang pasti—cinta yang salah arah kadang bisa berubah jadi tragedi yang tak pernah bisa diperbaiki. (*)

You Might Also Like

Kemenkum Jateng: Regulasi Harus Dibutuhkan Bukan Cuma Diinginkan

Korupsi MBG! Selain Dadan, 2 Purnawirawan Jenderal Ikut Ditahan Kejagung

Hari Raya Imlek: Narapidana Nusakambangan Terbanyak Penerima Remisi

Nggak Ngotak, Penipuan dan Cuci Uang Bermodus Bisnis Sarang Walet Bikin Rugi Rp78 M

Ketua Hanura Jateng Bambang Raya Diborgol, Tetap Nyengir dan Ngaku Nggak Salah

TAGGED:Bripda Waldi Aldiyatdosendosen cantikpembunuhanpolisipolisi pembunuh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Warisan di Tengah Duka, Ikrar Raja Baru Bergema Lagi
Next Article Panen Ceria, Irigasi Masih Drama

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul) The Best Contact Center Indonesia ALTERNATIF SOLUSI DIGITAL - Melalui booth “Digital Solution & Green Ecosystem” pada Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, PLN Icon Plus memperkenalkan berbagai solusi digital dan energi hijau yang dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, bisnis, dan industri.

Dari AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi di Electricity Connect 2026

HIP HOP: Pengunjung ARTOTEL Gajahmada Semarang menikmati rangkaian Street Sound & Hip Hop. (ist)

ARTOTEL Gajahmada Ramaikan Akhir September dengan Hip Hop hingga Karaoke

Ilustrasi penangkapan tersangka.

Pengusaha HT Jadi Tersangka Kasus Pajak, DJP Ungkap Modusnya

Semarang Lagi Panas-Panasnya, Suhu Capai 37,1 Derajat

Tak Sekadar Touring, NECI 04 Semarang Bawa Misi Merah Putih ke Astana Giribangun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)
Hukum

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

Juni 26, 2026
Ilustrasi penangkapan tersangka.
Hukum

Cemburu Keras! Istri Potong Kemaluan Suami hingga Tewas

Oktober 23, 2025
SAKSI SIDANG--Istri mantan Pangdam IV/Diponegoro Letjen TNI Widi Prasetijono, Novita Permatasari (batik) difoto usai bersaksi di sidang pencucian uang korupsi, Senin (15/6/2026). (bae)
Hukum

Ngeri! Istri Eks-Pangdam Widi Ungkap Aliran Duit Korupsi Rp18,5 M Buat Kampanye Prabowo

Juni 16, 2026
KETERANGAN PERS - Kasat Reskrim Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra menjelaskan penanganan kasus kematian korban glamping Posong. (ist)
Hukum

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Glamping Maut Temanggung: Butuh 5 Hari

Mei 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Polisi Bunuh Dosen Cantik, Terkuak Ini Motifnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?