Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rencana Gelar Pahlawan Soeharto, Aktivis: Pengkhianatan Reformasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Rencana Gelar Pahlawan Soeharto, Aktivis: Pengkhianatan Reformasi

Wacana memberikan gelar pahlawan untuk Soeharto menimbulkan polemik. Aktivis menyebut hal itu sebagai pengkhianatan Reformasi '98.

R. Izra
Last updated: November 9, 2025 3:13 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Rencana ngasih gelar Pahlawan Nasional ke Presiden ke-2 RI, Soeharto, lagi jadi bahan perdebatan panas.

Banyak aktivis dan pengamat hukum ngerasa, ini bukan cuma soal Soeharto pantas atau enggak, tapi juga bisa “ngeblur” makna reformasi 1998 dan ngerusak fondasi demokrasi yang udah dibangun susah payah.

Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti, bilang keputusan ini bisa berdampak besar ke arah sejarah dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

“Ini bukan sekadar pantas atau enggak, tapi soal gimana kita ngerti sejarah dan masa depan demokrasi,” kata Bivitri, Kamis (30/10).

Menurutnya, kalau Soeharto dikasih gelar pahlawan, itu bisa bikin orang lupa kenapa reformasi 1998 penting.

“Kalau Soeharto dianggap pahlawan, reformasi bisa kehilangan maknanya,” tegasnya.

Bivitri juga nyorot cara Kemensos ngajuin nama Soeharto bareng tokoh lain kayak Marsinah.

“Kalau Soeharto diusulin sendirian, mungkin banyak yang nolak. Tapi kalau bareng tokoh lain, orang jadi sungkan,” ujarnya.

Dia curiga ada motif politik di balik ini, buat “menghidupkan lagi” romantisme Orde Baru.
“Sekarang aja udah muncul narasi ‘balik ke UUD 1945’. Itu sinyal bahaya,” tambahnya.

Senada, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, juga keras nolak ide ini.
Menurutnya, ngasih gelar pahlawan ke Soeharto sama aja kayak nginjak-injak semangat reformasi dan nyakitin lagi korban pelanggaran HAM zaman Orde Baru.

“Ini bentuk pengkhianatan terbesar sejak 1998. Kalau diterusin, reformasi bisa tamat di tangan pemerintahan Prabowo,” tegas Usman.

Ia ngingetin, kejatuhan Soeharto tahun 1998 itu hasil perjuangan rakyat setelah 32 tahun hidup di bawah pemerintahan otoriter.

“Ngusulin Soeharto jadi pahlawan itu sama aja kayak ngelupain penderitaan korban yang belum dapet keadilan,” katanya.

Usman nyebutin, masa Soeharto dipenuhi kasus berat — dari pembantaian 1965–1966, Petrus, Tanjung Priok 1984, Talangsari 1989, sampai kekerasan di Aceh, Timor Timur, Papua, dan penghilangan aktivis 1997–1998.

“Negara udah akui itu pelanggaran HAM berat, tapi nggak ada satu pun pelaku utama yang dituntut, termasuk Soeharto,” ujarnya.

Menurutnya, langkah Kemensos ini kayak upaya “cuci dosa” Orde Baru.
“Pemerintah seharusnya fokus nyelesain kasus HAM, bukan malah ngasih penghargaan ke pelaku,” tutupnya.

Respons Pemerintah

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf bilang, usulan gelar buat Soeharto datang dari masyarakat daerah dan udah lolos syarat administratif buat diterusin ke Dewan Gelar.
“Tahun ini, usulan untuk Soeharto udah memenuhi syarat,” katanya.

Nama Soeharto masuk bareng sekitar 40 tokoh lain, termasuk Marsinah. Daftar itu sekarang lagi dikaji sama dewan kehormatan yang diketuai Fadli Zon.
“Perbedaan pendapat wajar, tiap calon pahlawan pasti punya plus minus,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bilang, Presiden Prabowo Subianto masih mempelajari nama-nama calon penerima gelar.
“Masih dipelajari, karena cukup banyak nama yang diajukan. Mohon waktu,” ujarnya.

Targetnya, pengumuman resmi bakal dirilis pas peringatan Hari Pahlawan 10 November nanti. (*)

You Might Also Like

Ini Perintah Mendagri Kepada Bupati Pati Sudewo

Sekali Jalan Angkut 800 Ton: KA Brumbung Cargo Resmi Jalan

Gus Yasin: Saatnya Dakwah Bukan Cuma di Mimbar, tapi Juga di Pasar

Banjir yang Naik Kelas: Alarm Keras untuk Tata Ruang Kota Semarang

Bank Jateng Beri Kredit Ratusan Miliar Rupiah ke Sritex Tanpa Agunan, Gak Cek Ulang Pula!

TAGGED:aktivisGelar Pahlawanheadlinepengkhianatanreformasi 98Soeharto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Megawati Soekarnoputri saat menziarahi makam ayahnya, Soekarno, di Blitar, pada 2024. Cerita Pilu Megawati: Soeharto Larang Jenazah Bung Karno Dimakamkan di TMP
Next Article Bareng Buruh dan Ojol, Polisi Banjarnegara Rawat Guyub Kamtibmas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sahoun Purwokerto, Langka tapi Rasanya Nampol

Soto Sangka, Warung Tua yang Masih Ngangenin

Benarkah Kantor Bikin Wajah Cepat Tua?

Makam Elite Etruria 2.700 Tahun Terkuak

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Efisiensi Anggaran Kebablasan, PPPK Jadi Korban Diam-Diam Lagi

Maret 29, 2026
Politik

Samuel Soroti Janji Sejahterakan Rakyat: Visi Presiden Jangan Berhenti di Pidato

Agustus 15, 2026
Politik

Endro Pimpin PDIP Kota Semarang: Saat “Banteng” Diminta Lebih Turun ke Gang

Desember 30, 2025
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026). (bae)
Hukum

Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris

Juli 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rencana Gelar Pahlawan Soeharto, Aktivis: Pengkhianatan Reformasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?