Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ngopi Model Baru ala Mahasiswa UNY,  Kopi dari Daun Kelor, Nikmat dan Superfood
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Ngopi Model Baru ala Mahasiswa UNY,  Kopi dari Daun Kelor, Nikmat dan Superfood

Inspirasi kopi kelor muncul karena keresahan: banyak orang doyan ngopi, tapi sering abai soal kesehatan—apalagi kalau minumannya kebanyakan gula. Dari situlah muncul ide untuk memadukan kopi dengan daun kelor yang kaya antioksidan.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 3, 2025 2:05 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Kopi daun kelor hasil karya anak UNY.. (uny.ac.id)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Tren ngopi di kalangan anak muda memang nggak ada habisnya. Dari espresso, latte, sampai es kopi susu gula aren, semuanya pernah jadi hype. Nah, sekarang ada gebrakan baru dari mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang bikin ngopi terasa beda. Mereka hadir dengan Kelopi on Wheels, kopi unik yang dicampur dengan daun kelor—kombinasi antara nikmatnya kopi dan sehatnya superfood.

Mengutip uny.ac.id, inovasi ini lahir dari program Pendanaan P2MW 2025, sekaligus jadi bukti semangat kewirausahaan anak muda. Ide awalnya datang dari sang founder yang sebelumnya sudah berprestasi di ajang KMI Expo 2024.

Ia kemudian mengajak empat rekannya: Deny Bagus Pramono Putra, Salsabila Rodiyah, Oktafiana Wulandari, dan Berlan Dwi Tama. Tiga orang berlatar belakang Pendidikan Ekonomi, sementara satu punya jam terbang sebagai barista. Perpaduan skill itulah yang bikin tim ini solid.

Inspirasi kopi kelor muncul karena keresahan: banyak orang doyan ngopi, tapi sering abai soal kesehatan—apalagi kalau minumannya kebanyakan gula. Dari situlah muncul ide untuk memadukan kopi dengan daun kelor yang kaya antioksidan. Apalagi waktu sang founder ikut KKN Mandiri, ia terlibat dalam program pengolahan daun kelor. Dari pengalaman itu, lahirlah racikan kopi sehat yang tetap nikmat.

Tapi bikin resep kopi kelor yang pas nggak instan. Mereka harus bolak-balik uji coba, nyatat rasa, aroma, bahkan warna setiap kali eksperimen. Akhirnya ketemu formula pas: rasa kopi tetap kuat, tapi ada “twist” khas kelor yang bikin unik. Tantangan lain? Meyakinkan orang buat nyobain. Awalnya banyak yang ragu, tapi setelah dicicipi, justru bikin nagih.

Supaya lebih dikenal, Kelopi on Wheels nggak cuma buka kios di Jalan Sagan, Yogyakarta. Mereka juga jual versi botolan yang dititipkan di kantin FEB dan FT UNY, plus masuk ke platform digital kayak GoFood. Keunggulan mereka jelas: bubuk daun kelor jadi unique selling point (USP). Di Jogja, mereka bahkan jadi pionir kopi kelor—sesuatu yang belum ada di tempat lain.

Misi mereka juga nggak main-main. Nggak cuma pengen dikenal di sekitar kampus atau Jogja aja, tapi juga siap go nasional bahkan internasional. Cita-citanya: bikin kopi kelor jadi produk khas Indonesia yang sehat, unik, dan bisa diekspor ke luar negeri.(*)

You Might Also Like

Unwahas Jajaki Tukar Dosen-Mahasiswa Bareng Kampus Thailand

Komitmen Naik, Harapan Guru Madrasah Makin Terasa Dekat

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Atasi Blank Spot Pendidikan, Pemkot Semarang Dorong Tiga SMA Negeri Baru

Pelajar Semarang Mulai Vokal dan Kritis, Forum Anak Jateng Beri Catatan Khusus

TAGGED:daun kelorinovasiinovasi kopikopi baruKopi daun kelorUNY
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mahasiswa UGM Cari Formula Baru Pengelolaan Sampah Desa
Next Article LAPORAN KINERJA: Ketua DPR RI Puan Maharani menyerahkan laporan kinerja DPR Tahun Sidang 2024-2025 kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10). Penyerahan laporan ini sekaligus menandai penutupan Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026. (Foto: Ist) Rapat Paripurna Laporan Kinerja Tahunan DPR, Puan Singgung Demo Agustus dan Pentingnya Jaga Demokrasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEINDAHAN ALAM PAPUA - Keindahan sungai biru di Papua. (Indonesia.gi.id)

Polemik ‘Pesta Babi’ Bikin Narasi ‘Papua Bukan Tanah Kosong’ Viral Lagi

TEKEN KERJA SAMA--Prosesi penandatanganan oleh Kadaop 4 Semarang dan Kadaop lain dalam rangka pengamanan aset, Selasa (12/5/2206). (ist)

Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN

LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa

Orang Jawa Itu Manusia Kerja Sekaligus Manusia Doa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Guru Diminta Upgrade Cara Main Abad ke-21

Februari 5, 2026
Pendidikan

Mu’ti Minta Dana Tambahan Dana Rp181 Triliun, Ngakunya Sih Bukan Untuk MBG

Maret 5, 2026
Advokat Peradi SAI Kota Semarang, Evarisan saat diskusi dalam program Titik Kumpul 2 SKS hasil kerja sama Peradi SAI dan media BacaAja, Rabu (8/4/2026). (bae)
Pendidikan

Advokat Peradi SAI Semarang Sorot Pasal Karet: Mudah Digunakan Jerat Demonstran

April 9, 2026
[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

April 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ngopi Model Baru ala Mahasiswa UNY,  Kopi dari Daun Kelor, Nikmat dan Superfood
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?