Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Evaluasi Total MBG: Rakyat Butuh Sistem, Bukan Arahan Teknis Presiden
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Evaluasi Total MBG: Rakyat Butuh Sistem, Bukan Arahan Teknis Presiden

Presiden Prabowo menggelar rapat malam bahas evaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan teknisnya soal kebersihan menuai kritik: bukti kepemimpinan “hands-on” atau lemahnya birokrasi? Publik menuntut evaluasi total agar MBG tak sekadar simbol, tapi solusi nyata bagi anak bangsa.

baniabbasy
Last updated: September 29, 2025 10:27 am
By baniabbasy
4 Min Read
Share
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan para kementerian teknis dalam rangka evaluasi pelaksanaan MBG, Minggu (28/9/2025) malam. Foto: dok/BiroPersKepresidenan
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan para kementerian teknis dalam rangka evaluasi pelaksanaan MBG, Minggu (28/9/2025) malam. Foto: dok/BiroPersKepresidenan
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kalau biasanya Minggu malam dipakai buat rebahan atau scrolling medsos, Presiden Prabowo justru memilih rapat maraton bareng para menterinya di rumah Jalan Kertanegara, Jakarta (28/9/2025). Agendanya bukan basa-basi, melainkan evaluasi program prioritas—mulai dari pangan, energi, nelayan, sampai Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi sorotan publik usai insiden keracunan.

Contents
MBG, Branding Politik atau Solusi Nyata?Apa yang Perlu Dievaluasi?

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan fokus utama Presiden adalah memastikan MBG berjalan sesuai target. “Presiden memberikan arahan sangat detail, bahkan teknis, terutama masalah kebersihan dan kedisiplinan prosedur,” ujar Teddy. Arahan itu termasuk soal air bersih hingga higienitas makanan.

Tapi muncul pertanyaan krusial: kenapa Presiden harus turun mengurus detail teknis? Bukankah ada kementerian teknis, dinas pendidikan, sampai kepala sekolah yang mestinya lebih dekat ke lapangan? Kalau semua hal mesti menunggu arahan Presiden, jangan-jangan ini bukti lemahnya koordinasi birokrasi.

MBG, Branding Politik atau Solusi Nyata?

Rapat tiga jam itu juga menyinggung banyak hal: Menko Pangan Zulhas bicara cetak sawah dan Badan Gizi Nasional, Menteri ESDM Bahlil memamerkan rencana pabrik metanol–etanol biar impor bisa dipangkas, Menteri Kelautan Trenggono lapor revitalisasi tambak dan pembangunan kampung nelayan.

Lengkap memang, tapi jadi tanda tanya: apakah rapat formal di istana atau kementerian kurang efektif, sampai masalah teknis harus diselesaikan di ruang tamu Presiden? Atau ini sekadar gaya Prabowo—lebih nyaman kerja malam hari di luar jam kantor?

MBG sejak awal diluncurkan sudah jadi branding politik utama pemerintahan Prabowo. Namun, branding tanpa sistem kuat malah bisa jadi bumerang. Insiden keracunan menunjukkan program sosial bukan sekadar soal anggaran besar, tapi juga rantai pasok makanan, pengawasan kualitas, hingga edukasi kebersihan.

Turunnya Presiden sampai ke detail teknis bisa dibaca dua arah: citra pemimpin yang “hands-on” atau sinyal bahwa birokrasi tidak solid. Publik berhak khawatir, jangan sampai MBG hanya jadi proyek simbolik tanpa jaminan perlindungan nyata bagi jutaan siswa.

Apa yang Perlu Dievaluasi?

Evaluasi MBG seharusnya tidak berhenti di soal kebersihan makanan. Ada empat hal mendasar yang perlu dijaga:

  1. Distribusi adil – jangan ada daerah yang jadi “anak tiri”.
  2. Kualitas gizi – makanan bukan sekadar kenyang, tapi sehat.
  3. Transparansi anggaran – program besar rawan bocor.
  4. Koordinasi lintas level – biar detail teknis tidak harus menunggu Presiden.

Kalau empat hal ini tidak dikerjakan, insiden serupa akan mudah terulang, dan kepercayaan publik pada MBG bisa runtuh.

Rapat malam yang digelar Presiden Prabowo memang menunjukkan keseriusan. Tapi publik tidak butuh simbol kesibukan atau arahan teknis level dapur. Yang dibutuhkan adalah sistem yang rapi, birokrasi yang sigap, dan hasil konkret: anak-anak sekolah yang benar-benar mendapat makanan bergizi tanpa rasa waswas. Evaluasi total MBG bukan pilihan, melainkan keharusan.

Dalam rapat terbatas Minggu malam, hadir sejumlah pejabat penting. Di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hingga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Turut serta pula Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala BAKP Angga Raka Prabowo, Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.(*)

You Might Also Like

Pidana Uang Pengganti Rp809 Miliar Mustahil Dibayarkan, Hukuman Nadiem Jadi 15 Tahun Penjara

Gadai Jadi Andalan, Pegadaian Panen Triliunan Sepanjang 2025

BNPT Masukkan Perlindungan Saksi dan Korban dalam RAN PE 2025-2029

PSIS Borong Tiga Rekrutan Sekaligus, Sinyal Ngebut ke Super League?

Shadow Economy Mau Diawasi, UMKM Jangan Ikut Diseret-seret!

TAGGED:Evaluasi MBGheadlinemakan Beracun GratisMakan Bergizi Gratisprabowo subiantopresiden prabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat. Dewan Pers & IJTI Desak Istana Balikin Akses Liputan Jurnalis CNN: Hormati Kebebasan Pers!
Next Article Ilustrasi artefak Indonesia di Belanda. Kata Prabowo, Belanda Mau Balikin 30.000 Artefak ke Indonesia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DUTA BACA--Duta Baca Semarang menerima penghargaan yang digelar dalam acara yang digekar di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8/2026). (ist)

4 Duta Baca Semarang Terpilih, Ada Siswa SD hingga Mahasiswa

Ideologi Angka dan Realitas Sebagian

SIDANG TPPU--Jaksa membacakan replik kasus pencucian uang terdakwa Gus Yazid dan Andhi Nur Huda di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/8/2026). (bae)

Jaksa: Gus Yazid Terima Duit Rp20 Miliar Atau Gak, Tetap Dijerat TPPU

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Tangis Ristia Pecah di Ruang Fraksi: Anak Saya Berangkat Sekolah, Pulangnya Penuh Memar

Juni 18, 2026
Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.
Info

Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang

Februari 10, 2026
Hukum

Rokok dan Minol Ilegal Senilai Rp11 Miliar Dimusnahkan

April 15, 2026
Salinan surat pemanggilan saksi, berkop Kejaksaan Agung. Dalam surat itu, eks-Pangdam IV/Diponegoro Letjen Widi Prasetijono disebut sebagai tersangka kasus korupsi BUMD Cilacap.
Hukum

Eks-Pangdam Diponegoro Letjen Widi Tersangka Korupsi BUMD Cilacap? Ada Salinan Surat Berkop Kejagung

Februari 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Evaluasi Total MBG: Rakyat Butuh Sistem, Bukan Arahan Teknis Presiden
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?