Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dugaan Keracunan Makanan di Ponpes Banjarnegara, Ratusan Santri Jadi Korban
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dugaan Keracunan Makanan di Ponpes Banjarnegara, Ratusan Santri Jadi Korban

Awalnya hanya 19 santri yang datang ke Puskesmas Rakit 1 dengan kondisi demam, mual, muntah, dan diare. Mereka sempat dirawat, lalu diperbolehkan pulang. Namun, pada Senin malam (15/9), jumlah santri yang sakit melonjak drastis hingga mencapai puluhan.

Nugroho P.
Last updated: September 16, 2025 1:35 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
Kasus dugaan keracunan makanan terjadi di Pondok Pesantren Modern Al Madina MBS Pingit, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. oto dok PMI, senin malam (15/9).
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Suasana Pondok Pesantren Modern Al Madina MBS Pingit, Kecamatan Rakit, sempat geger sejak Minggu sore (14/9/2025). Ratusan santri tiba-tiba mengeluhkan gejala mirip keracunan usai menyantap makanan di pondok.

Contents
Penanganan Medis CepatPosko Darurat DidirikanSituasi Sudah Terkendali

Awalnya hanya 19 santri yang datang ke Puskesmas Rakit 1 dengan kondisi demam, mual, muntah, dan diare. Mereka sempat dirawat, lalu diperbolehkan pulang. Namun, pada Senin malam (15/9), jumlah santri yang sakit melonjak drastis hingga mencapai puluhan.

Hingga Selasa siang (16/9), data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara mencatat total ada 146 santri terdampak. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Latifa Hesti P, M.Kes, memastikan kondisi sudah dalam penanganan.

“Sebanyak 34 santri masih menjalani rawat inap di puskesmas dan RSUD, sisanya 112 mendapat perawatan jalan. Kami terus memantau kondisi mereka,” jelas dr. Hesti.

Penanganan Medis Cepat

Santri yang sakit langsung mendapat infus, obat, dan pengawasan ketat dari tenaga medis. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap santri yang belum menunjukkan gejala, demi memastikan penyebaran tidak semakin meluas.

Dinas Kesehatan turut mengambil sampel makanan serta air minum terakhir yang dikonsumsi santri. Hasil uji laboratorium di Labkesda Banjarnegara dan Jawa Tengah akan menjadi kunci untuk memastikan penyebab keracunan massal ini.

Posko Darurat Didirikan

Untuk mempercepat penanganan, Tim Gerak Cepat (TGC) langsung mendirikan posko di Puskesmas Rakit 1. Dari sini, pengawasan dan koordinasi lintas sektor dilakukan bersama puskesmas lain serta rumah sakit rujukan.

Selain fokus pada pengobatan, tim juga melakukan pembersihan lingkungan pesantren. Ada pula opsi pembelajaran daring bagi santri yang sehat agar proses belajar tetap berjalan.

Situasi Sudah Terkendali

Meski kasus ini sempat membuat panik, pemerintah daerah memastikan kondisi terkini relatif terkendali. Orang tua santri diminta tetap tenang dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila ada gejala baru yang muncul.

“Kami apresiasi kerja sama pengelola pondok dan lintas sektor yang responsif, mulai dari PMI, BPBD, hingga aparat desa. Semua bergerak cepat,” kata dr. Hesti.

Hingga kini, investigasi masih berjalan. Sementara itu, para santri yang sudah pulih tetap mendapat pemantauan agar tidak terjadi gejala lanjutan. (*)

You Might Also Like

Sebelas Armada Trans Semarang Dicek Satu-satu

Cek Kesehatan Gratis Dukung Generasi Emas 2045

Pemkot Perketat Pengawasan Jalur Silayur

Kota Lama Sudah Glow Up, Tapi Masih Sepi Nyawa

Menteri LH: Maaf, Belum Ada yang Lulus Adipura 2025

TAGGED:keracunan massalsantri banjarnegarasantri banjarnegara keracunansantri keracunan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dipikir Sehat, Ternyata Air Kelapa Bisa Jadi Pantangan untuk Orang Ini
Next Article Rahasia Nasi Goreng Lebih Enak, Ternyata Bukan di Bumbu tapi di Jenis Berasnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

PWI: Bencana Bukan Cuma Angka, Ada Manusia di Baliknya

Desember 25, 2025
Pendidikan

Guru Diminta Upgrade Cara Main Abad ke-21

Februari 5, 2026
Info

Ban Garuda Pecah, GA604 Mendarat Aman di Makassar

September 3, 2026
Dwi Hartono, founder Guruku, diduga otak di balik pembunuhan Kacab Pembantu BRI Cempaka Putih, Ilham.
Hukum

IG-nya Banjir Hujatan, Dwi Hartono Founder Platfrom ‘Guruku’ Jadi Otak Pembunuhan Kacab BRI,

Agustus 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dugaan Keracunan Makanan di Ponpes Banjarnegara, Ratusan Santri Jadi Korban
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?