BACAAJA, CILACAP- Siapa sangka limbah abu PLTU yang biasanya cuma jadi tumpukan tak berguna, sekarang bisa disulap jadi paving block kece dan batako bernilai jual tinggi. Semua itu hasil kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bareng PLN, plus tangan terampil warga binaan di Lapas Nusakambangan.
Program ini bukan cuma bikin lingkungan lebih ramah, tapi juga jadi ajang pemberdayaan buat para warga binaan supaya bisa produktif lagi. Menteri Imipas, Agus Andrianto, bilang model pelatihan ini sengaja dibuat supaya mereka bisa balik ke masyarakat dengan skill baru.
“Warga binaan dilatih untuk kembali produktif, dan hasilnya bisa langsung dipakai untuk mendukung program pembangunan rumah murah,” kata Agus saat meninjau Workshop FABA (Fly Ash Bottom Ash) di Lapas Terbuka Nusakambangan, Selasa (9/9).
Kerja sama ini ternyata udah jalan di 12 lapas, dan bakal terus diperluas. Fokusnya: bikin material bangunan dari abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) pembangkit listrik.
Pengganti Semen
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, sampai salut dengan hasil kerja warga binaan. “Produk yang dihasilkan sangat premium, kualitasnya oke banget, dan punya pasar di industri,” ujarnya.
Menurut Darmawan, limbah ini bisa jadi pengganti semen dan pasir, sekaligus membuka lapangan kerja baru. Artinya, bukan cuma solusi lingkungan, tapi juga bikin roda ekonomi jalan.
Hal senada disampaikan Deputi 3 Kantor Komunikasi Kepresidenan, Fritz Edward Siregar. Menurutnya, program ini inline dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kolaborasi lintas kementerian ini jadi contoh nyata, semoga bisa diperluas ke lahan-lahan lain,” jelasnya. Dengan cara ini, limbah bukan lagi masalah, tapi peluang cuan plus kesempatan kedua buat para warga binaan. (*)


