Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: 62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini

R. Izra
Last updated: Januari 5, 2026 1:12 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi anak-anak terserang super flu.
Ilustrasi anak-anak terserang super flu.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap temuan 62 kasus varian baru virus influenza A (H3N2) subclade K, yang belakangan dikenal dengan sebutan “super flu”.

Kasus ini tersebar di delapan provinsi, dengan angka tertinggi ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Yang bikin waspada, anak-anak jadi kelompok paling rentan. Data Kemenkes menunjukkan sekitar 35 persen kasus terjadi pada anak usia 1–10 tahun.

Bacaaja: Superflu Lagi Ganas di New York, UGD Sampai Kewalahan
Bacaaja: Kasus Influenza A Naik Drastis, Puan Minta Pemerintah Jangan Kecolongan

Sementara itu, dari sisi gender, perempuan mendominasi dengan 64 persen kasus.

Munculnya super flu pada anak-anak membuat upaya pencegahan jadi perhatian serius, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menegaskan bahwa kunci utama mencegah penularan super flu sebenarnya sederhana: hidup bersih dan sehat.

“Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) itu paling penting. Pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dari orang sakit, dan jangan lupa imunisasi influenza, terutama untuk balita,” jelas dr Nastiti dalam temu media daring.

Selain itu, kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir wajib jadi rutinitas. Hand sanitizer bisa jadi alternatif kalau lagi di luar rumah.

Orang tua juga diminta memastikan anak cukup istirahat, banyak minum air putih, dan mengonsumsi makanan bergizi.

“Kalau sakitnya berat atau muncul tanda bahaya tertentu, segera periksa ke dokter. Etika batuk juga penting, tutup mulut supaya penularan bisa ditekan,” tambahnya.

Soal vaksin, dr Nastiti menegaskan bahwa vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif, meski varian subclade K disebut punya tingkat penularan lebih tinggi.

Vaksin terbukti bisa menurunkan risiko rawat inap dan kematian, baik pada anak maupun orang dewasa.

Secara data, vaksin influenza mampu menurunkan angka rawat inap dan kematian hingga 70–75 persen pada anak-anak, serta 30–40 persen pada orang dewasa.

“Vaksin influenza direkomendasikan mulai usia 6 bulan. Untuk dosis pertama diberikan dua kali dengan jarak empat minggu, selanjutnya cukup satu kali setiap tahun,” tandasnya.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), memberikan imbauan penting bagi orang tua untuk memperkuat perlindungan anak dari dalam dan luar.

“Intinya di penerapan kembali PHBS, imunisasi influenza dan nutrisi bergizi tinggi serta mengurangi asupan makanan tak sehat yang tinggi gula dan UPF,” ucap dr Piprim saat dihubungi detikcom, Senin (5/1/2026).

Intinya, super flu memang nyata, tapi panik bukan solusi. Dengan PHBS yang konsisten dan vaksinasi rutin, risiko penularan dan keparahan penyakit bisa ditekan. (*)

You Might Also Like

Kenapa Syawal Jadi Bulan Favorit Menikah?

Rekomendasi Tempat Makan Enak di Badung Bali 2025, Murah dan Bikin Nagih

Puting Beliung Ngamuk di Wonosobo, 14 Rumah Warga Rusak

Jelang Ramadan Polda Jateng Gelar Operasi Lalu Lintas: Ini Cara Bedakan Surat Tilang Asli dan Palsu

Agustina Dorong Pemetaan Potensi Kelurahan untuk Hidupkan Koperasi Merah Putih

TAGGED:cara mencegah super fluidaiikatan dokter anak indonesiapandemisuper flu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden Prancis Emmanuel Macron saat di Borobudur. Borobudur merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Jateng. Jateng Jadi Provinsi Paling Cuan dari Pariwisata, Kalahkan Bali dan Jogja
Next Article Bos Sritex, Iwan Setiawan bacain eksepsi kasus korupsinya di pengadilan, Senin (5/1/2026). (bae) Gak Terima Dituding Korupsi, Bekas Bos Sritex Salahkan Pandemi Covid-19 saat Sidang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi rekening bank.
Info

Dampak KDMP! Dana Desa di Jateng Susut Parah, Sekitar 70 Persen

Januari 10, 2026
Info

Kapolda Cek SPPG Polisi: Gizi Aman, Anak Senang!

Oktober 15, 2025
Ekonomi

Zulhas Puji KKMP Sampangan

Januari 31, 2026
Asap mengepul di Teheran, setelah militer Israel melancarkan serangan ke Iran, Sabtu (28/2/2026).
Info

Media AS Laporkan Arab Saudi-Israel Dorong Trump Serang Iran, Begini Tanggapan Riyadh

Maret 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?