BACAAJA, SEMARANG – Tragedi hanyutnya enam mahasiswa KKN di Kendal bikin kampus UIN Walisongo Semarang berduka.
Tapi nggak berhenti di situ, kampus juga janji buat evaluasi total kegiatan KKN. Tujuannya biar kejadian kayak gini nggak keulang lagi.
Rektor UIN Walisongo, Prof Nizar bilang bakal meninjau ulang semua sistem pelaksanaan KKN. Dari perencanaan, pengawasan, sampai mitigasi risiko di lapangan.
“Kami lakukan evaluasi dan penguatan sistem keamanan kegiatan KKN di seluruh lokasi penugasan,” katanya, Selasa (4/10/2025).
Dia menegaskan keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas.
“KKN itu pengabdian, tapi tetap harus dijalankan dengan kesiapsiagaan dan pertimbangan keselamatan yang matang,” tambahnya.
Sejak kabar duka datang, UIN Walisongo langsung kirim tim ke lokasi buat bantu pencarian dan dampingi keluarga korban. Kampus juga terus koordinasi dengan BPBD Kendal dan tim SAR.
Selain itu, layanan konseling dan dukungan spiritual juga disiapkan buat mahasiswa dan keluarga yang terdampak.
Mahasiswa KKN itu datang ke desa buat berbagi ilmu, bantu masyarakat, dan belajar langsung dari kehidupan warga. Tapi siapa sangka, pengabdian itu justru jadi perjalanan terakhir buat sebagian dari mereka.
Keluarga besar UIN Walisongo Semarang berduka mendalam atas musibah ini.
Peristiwa laka air ini terjadi sekitar pukul 13.53 WIB, saat para mahasiswa sedang bermain air di aliran sungai Tubing Genting Jolinggo.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kendal, tiba-tiba terjadi banjir bandang akibat hujan deras di bagian hulu sungai yang mengakibatkan enam mahasiswa terseret arus. (bae)


