BACAAJA, SEMARANG – Tradisi tahlil masih jadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Biasanya dibaca saat mendoakan orang yang sudah meninggal, baik sendiri maupun dalam acara bersama. Suasananya cenderung khusyuk, penuh doa dan harapan.
Tahlil sendiri berisi rangkaian zikir, pujian, dan doa kepada Allah SWT. Bacaan ini jadi cara untuk mengirimkan doa kepada almarhum agar mendapat ampunan. Sekaligus menguatkan iman bagi yang membacanya.
Dalam Islam, kalimat tauhid punya keutamaan besar. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa siapa yang mengucapkan “Laa ilaaha illallah” dengan ikhlas akan masuk surga. Ini jadi dasar kuat kenapa tahlil begitu dianjurkan.
Melalui tahlil, seseorang diingatkan kembali tentang keesaan Allah. Hati jadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan doa terasa lebih dalam. Momen ini juga jadi pengingat akan kehidupan setelah dunia.
Tahlil sering dibaca buat mendoakan orang yang sudah meninggal. Supaya lebih gampang diamalkan, berikut urutan lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya. Versi ini ringkas tapi tetap mencakup inti doa.
Pembuka dimulai dengan Surat Al-Fatihah (1x):
Arab:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ … وَلَا الضَّالِّينَ
Latin:
Bismillahirrahmanirrahim… waladhdhaalliin
Arti:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang… bukan jalan orang yang sesat.
Lanjut Surat Al-Ikhlas (3x):
Arab:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Latin:
Qul huwallahu ahad
Arti:
Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.
Kemudian Surat Al-Falaq (1x):
Arab:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Latin:
Qul a’udzu birabbil falaq
Arti:
Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh.
Lalu Surat An-Nas (1x):
Arab:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Latin:
Qul a’udzu birabbin naas
Arti:
Aku berlindung kepada Tuhan manusia.
Kembali baca Al-Fatihah (1x) sebagai penguat doa. Setelah itu lanjut ayat awal Surat Al-Baqarah (1–5).
Arab:
الٓمّٓ ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ فِيْهِ
Latin:
Alif laam miim, dzalikal kitaabu laa raiba fiih
Arti:
Kitab ini tidak ada keraguan di dalamnya.
Lanjut ayat tauhid (Al-Baqarah 163):
Arab:
وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ
Latin:
Wa ilaahukum ilaahun waahid
Arti:
Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Kemudian baca Ayat Kursi (1x):
Arab:
اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ
Latin:
Allahu laa ilaaha illa huwa
Arti:
Allah, tidak ada Tuhan selain Dia.
Dilanjut Al-Baqarah 284–286 (1x) sebagai doa penutup ayat. Setelah itu baca istighfar (3x):
Arab:
اَسْتَغْفِرُاللّٰهَ الْعَظِيْمَ
Latin:
Astaghfirullahal ‘adzim
Arti:
Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
Masuk inti tahlil, baca (100x):
Arab:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin:
Laa ilaaha illallah
Arti:
Tiada Tuhan selain Allah.
Lanjut syahadat (1x):
Arab:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
Latin:
Laa ilaaha illallah Muhammadur rasulullah
Arti:
Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah.
Kemudian sholawat (3x):
Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Latin:
Allahumma shalli ‘ala Muhammad
Arti:
Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Nabi Muhammad.
Lanjut tasbih (10x):
Arab:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin:
Subhanallah wabihamdih
Arti:
Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.
Terakhir ditutup dengan doa tahlil (1x):
Arab:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ
Latin:
Allahummaghfir lahu warhamhu
Arti:
Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia.
Urutan ini bisa disesuaikan dengan kemampuan. Nggak harus panjang, yang penting dibaca dengan hati yang tulus. Karena inti tahlil itu ada di doa dan keikhlasan. (*)


