BACAAJA, SEMARANG- Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) ikut ambil peran buat nyuksesin program Makan Bergizi Gratis (MBG). Caranya lewat gelaran dialog nasional bareng banyak pihak.
Persiapannya sudah mulai dimatangkan. Rektor Unwahas, Helmy Purwanto, turun langsung koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang dan mitra strategis lainnya.
Nggak cuma itu, kegiatan ini juga bakal digelar bareng forum internasional. Ada kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) hingga Milan Urban Food Policy Pact.
Lintas Sektor
“Koordinasi ini jadi langkah penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor,” kata Helmy, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026). Lewat forum ini, Unwahas pengin ngebedah masalah gizi, nggak cuma di Indonesia tapi juga level regional ASEAN.
Sekaligus, ini jadi lanjutan dari suksesnya konferensi ketahanan pangan sekolah yang sebelumnya digelar kampus ini. Dialog nasional nanti bakal fokus ke hal-hal teknis yang krusial. Mulai dari keamanan pangan biar dapur tetap higienis, pemanfaatan bahan lokal dari petani, sampai audit gizi buat memantau dampak ke anak-anak sekolah.
Unwahas pengin ikut dorong program MBG biar jalan lebih rapi dan tepat sasaran. Jadi, urusan makan gratis ternyata nggak sesederhana kelihatannya. Dari dapur sampai meja makan, semuanya butuh strategi. Karena kalau cuma gratis tapi gizinya zonk… ya sama aja, kenyang sih, tapi nggak naik level. (bae)


