BACAAJA, SEMARANG- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY bilang, jalur Tol Bawen-Yogyakarta bakal dibuka secara fungsional jelang Lebaran. Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menyebut pemudik nantinya bisa langsung keluar di Ambarawa tanpa harus numpuk dulu di exit Bawen.
Selama ini, Simpang Bawen memang jadi “arena reuni” arus kendaraan dari berbagai arah, ketemu di situ, saling sapa dalam bentuk klakson dan lampu rem. Nggak heran kalau titik ini hampir selalu padat tiap musim mudik.
Baca juga: Polda Gelar Mudik Gratis Khusus Pemotor
Dengan difungsikannya akses keluar Ambarawa, diharapkan beban di simpang legendaris itu bisa berkurang. BBPJN juga sudah koordinasi bareng Korlantas Polri dan pengelola tol supaya jalur ini benar-benar siap jadi alternatif buat pemudik yang melintas via tol.
Meski begitu, untuk progres penuh Tol Bawen-Yogyakarta masih butuh waktu. Terutama segmen wilayah Magelang sampai Seksi 4 dan Seksi 5 arah Jambu yang medannya pegunungan. Target rampung keseluruhan proyek ini diperkirakan masih di 2028 atau 2029. Jadi kalau tahun ini baru fungsional sebagian, ya anggap aja pemanasan dulu.
Simpul Utama
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan, Pemprov nggak mau setengah-setengah soal persiapan mudik. Maklum, provinsi ini jadi simpul utama arus nasional.
Proyeksi dari Kementerian Perhubungan menyebut sekitar 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jateng selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, total pergerakan menuju provinsi ini bahkan tembus 38,71 juta orang. Angka yang nggak main-main.
Baca juga: Strategi Pemprov Jateng Urai Macet Mudik Lebaran: Andalkan CCTV dan Posko
Jateng sendiri punya hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen. Tahun ini, fokusnya perawatan supaya tetap prima saat arus mudik dan balik.
Intinya, pemerintah lagi pasang strategi biar mudik nggak lagi identik sama “berhenti total di Bawen”. Semoga pemudik ke Jateng nanti antrenya cuma opor dan ketupat, bukan saat berkendara di jalanan Jateng. (tebe)


