BACAAJA, SEMARANG – Gagal bayar alias galbay pinjaman online (pinjol) memang bisa bikin hidup jungkir balik. Rasa malu, takut ditagih, sampai deg-degan tiap ada nomor tak dikenal jadi rutinitas yang menegangkan. Tapi percayalah, ini bukan akhir dunia.
Menurut seorang konsultan keuangan di kanal Solusi Keuangan, kuncinya satu: jangan panik. “Masalah utang bukan kejahatan, cuma tanda kalau kondisi finansialmu lagi nggak sehat,” ujarnya santai.
Langkah pertama buat bangkit adalah berdamai dengan keadaan. Akui aja dulu kalau kamu memang punya utang. Nggak perlu denial, tapi juga jangan keburu menyalahkan diri sendiri. “Dari situ baru bisa mulai mikir jernih,” tambah sang konsultan.
Kalau keuangan lagi seret, jangan maksa bayar semua sekaligus. Fokus dulu buat stabilin penghasilan. “Cari tambahan uang, baru cicil pelan-pelan. Nggak apa-apa kecil, yang penting jalan,” katanya.
Menabung sedikit demi sedikit lebih bijak ketimbang gali lubang tutup lubang. “Utang baru buat nutup utang lama itu kayak ngisi air ke ember bocor—nggak bakal penuh,” ujarnya mengingatkan.
Selain urusan uang, kesehatan mental juga penting dijaga. Banyak orang stres karena terus mikirin tagihan. “Dekatkan diri ke Tuhan, tarik napas, doa, percaya rezeki bisa datang kapan aja,” ujarnya menenangkan.
Nggak sedikit, katanya, orang yang dulunya terpuruk karena pinjol tapi akhirnya bisa bangkit. “Yang penting ada niat baik. Tuhan lihat itu. Jangan menyerah,” pesannya.
Bahkan ada yang berhasil lunas setelah mulai usaha kecil-kecilan. Dari jualan online, kerja sampingan, sampai bikin konten—asal konsisten, hasilnya nyata.
Yang juga perlu diingat, pinjol bukan penyelamat jangka panjang. “Pinjol itu kayak obat nyeri, cuma bantu sebentar. Kalau disalahgunakan, bisa bikin ketagihan,” katanya.
Karena itu, mulai sekarang coba ubah kebiasaan. Bikin catatan keuangan, pisahkan uang kebutuhan dan keinginan, dan jangan gengsi buat hidup sederhana.
“Kalau mau bebas dari jerat utang, harus belajar bilang cukup,” ujarnya.
Dan satu hal yang sering dilupakan: komunikasi. Kalau memang belum bisa bayar, jangan kabur dari tanggung jawab. Banyak penyedia pinjol yang masih bisa diajak negosiasi buat restrukturisasi cicilan.
“Nggak semua DC itu monster, kok. Selama kamu kooperatif, mereka juga bisa ngerti,” tambahnya.
Buat yang udah kadung trauma, mulai aja dari langkah kecil. Misalnya, hapus aplikasi pinjol dari ponsel biar nggak tergoda lagi.
Lalu, coba ubah mindset soal uang. “Uang itu alat, bukan tujuan. Kalau dikejar terus tanpa arah, ujungnya malah capek sendiri,” katanya.
Biar makin semangat, buat target kecil tiap bulan—entah itu lunas satu tagihan, atau nabung sekian ribu rupiah. Dari situ semangat pelan-pelan tumbuh lagi.
Yang penting, jangan bandingkan hidupmu sama orang lain. “Ketenangan itu bukan soal punya banyak, tapi cukup dengan yang ada,” jelasnya.
Kalau udah mulai stabil, pelajari juga literasi finansial. Banyak sumber gratis di internet tentang cara mengatur uang, investasi, dan keluar dari utang.
Ingat, galbay bukan aib. Itu cuma fase hidup yang bisa dilewati. “Bahkan banyak orang sukses hari ini pernah terjebak utang,” katanya menegaskan.
Kuncinya cuma satu: jangan menyerah. Uang bisa dicari, tapi ketenangan hati yang utama.
Mulai lagi dari diri sendiri, dari langkah kecil, dari doa dan kerja keras. Karena sesulit apapun keadaanmu sekarang, pasti ada jalan buat memperbaikinya.
Hidup tanpa drama finansial itu mungkin. Asal kamu berani ambil langkah pertama—hari ini. (*)


