BACAAJA, DEPOK– Turnamen Biliar Antarwartawan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok berlangsung meriah dan sukses di Canon Billiard Margonda, Kota Depok, Minggu (23/8/2026).
Sebanyak 48 wartawan dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Peserta datang dari PWI Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, DKI Jakarta, Cirebon, Banten hingga Semarang, Jateng.
Di tengah persaingan para insan pers yang biasanya lebih akrab dengan laptop, kamera dan mikrofon, satu per satu peserta harus menunjukkan kemampuan membaca arah bola, menghitung sudut, sekaligus menjaga akurasi pukulan.
Hasilnya, perwakilan Siwo PWI Jateng, Hermansyah Bakrie atau yangakrab disapa Dio berhasil keluar sebagai juara pertama setelah tampil konsisten sepanjang pertandingan.
Dio sukses mengungguli Amrin dari PWI Depok yang menempati posisi kedua. Sementara posisi ketiga diraih Anton Pulung dari PWI Depok, disusul Leo yang juga merupakan wakil tuan rumah di posisi keempat.
Baca juga: Bidik Emas Porwanas 2027, Frits Yohanes Siap Kawal Tim Biliar PWI Jateng
Para pemenang mendapatkan hadiah uang tunai dan plakat. Juara pertama membawa pulang Rp2 juta, juara kedua Rp1 juta, sedangkan juara ketiga dan keempat masing-masing memperoleh Rp500 ribu.
Turnamen tersebut dibuka langsung oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, Herry Suprianto. Turut hadir Ketua PWI DKI Jakarta Kesit B Handoyo dan Ketua PWI Kota Bogor Aldo, bersama jajaran pengurus serta peserta dari berbagai daerah.
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, mengatakan turnamen biliar antarwartawan ini bukan kegiatan dadakan. Ajang tersebut sudah menjadi agenda rutin dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga.
“Ini kali ketiga PWI Kota Depok menggelar turnamen biliar antarwartawan. Tujuannya untuk silaturahmi sesama wartawan PWI. Selain itu juga sebagai ajang pemanasan menjelang Pekan Olahraga Wartawan Nasional atau Porwanas,” ujar Rusdy.
Silahturahmi Media
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini menjadi cara yang cukup efektif untuk mempertemukan wartawan dari berbagai daerah. Di luar rutinitas mengejar berita dan tenggat waktu, mereka bisa bertemu dalam suasana yang lebih santai.
Bagi para peserta, turnamen ini juga menjadi kesempatan mengukur kemampuan sebelum menghadapi persaingan yang lebih besar di ajang Porwanas.
Ketua KONI Kota Depok Herry Suprianto mengapresiasi kekompakan para wartawan yang mengikuti turnamen tersebut. Menurutnya, olahraga biliar bukan hanya soal memukul bola sekeras mungkin. Ada strategi, perhitungan dan akurasi yang harus dipikirkan sebelum menentukan langkah.
Menariknya, Herry melihat ada kemiripan antara permainan biliar dengan pekerjaan seorang wartawan. “Olahraga biliar diperlukan strategi dan akurasi dan itu juga menjadi kaidah penulisan berita para awak media,” kata Herry.
Baca juga: Ketua Siwo: Wartawan Olahraga Harus Jadi Bagian dari Solusi, Bukan Sekadar Penonton
Analogi itu cukup masuk akal. Salah memukul bola bisa membuat posisi berubah. Salah menulis fakta, risikonya tentu jauh lebih besar. Herry menegaskan, KONI Kota Depok akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga yang digelar PWI Kota Depok. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia olahraga dan insan pers.
Turnamen Biliar Antarwartawan ini akhirnya bukan sekadar soal siapa yang paling jago memasukkan bola ke lubang. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi tempat bertemunya wartawan dari berbagai kota, berbagi cerita, memperluas jaringan, sekaligus mengasah kemampuan sebelum menghadapi Porwanas.
Di lapangan wartawan biasa mengejar berita. Tapi di meja biliar, mereka belajar satu hal penting: kadang untuk mendapatkan hasil terbaik, yang dibutuhkan bukan cuma pukulan keras, tapi sudut yang tepat. (tebe)

