BACAAJA, WONOSOBO – Mudik Lebaran tahun ini nggak cuma soal macet dan ketupat. Di Wonosobo dan Pekalongan, langit bakal dipenuhi balon udara raksasa warna-warni yang siap bikin momen pulang kampung makin berkesan.
Tradisi festival balon udara memang selalu ditunggu-tunggu. Tahun 2026, vibes-nya makin dapet karena digelar pas musim mudik. Jadi, selain reunian sama keluarga, kamu juga bisa sekalian nikmatin atraksi balon yang megah dan estetik banget buat konten.
Di Wonosobo, festivalnya tersebar di banyak titik desa dan kecamatan. Mulai 22 Maret 2026, balon-balon bakal terbang di Gemblengan, Wonolelo, Lumajang, sampai Tanjungsari dan Kembaran. Lanjut ke Butuh, Sumberdalem, Karangluhur, Semayu, Mandala Bumireso, Simbang, dan masih banyak lagi.
Puncaknya? Catat nih: 29 Maret 2026, semua kemeriahan bakal dikunci manis di Alun-alun Wonosobo. Biasanya, ini jadi momen paling rame, paling ditunggu, dan paling pecah.
Sementara itu di Pekalongan, formatnya dibuat lebih kompetitif. Ada babak penyisihan dulu tanggal 23 dan 24 Maret 2026 di beberapa lapangan—Setono, Sokoduwet, Peturen, sampai Leo. Semua digelar pagi-pagi, mulai jam 05.00 sampai 11.00 WIB. Bangun subuh tapi worth it banget.
Grand Final-nya bakal digelar 27 Maret 2026 di Lapangan Mataram, Podosugih. Di sinilah balon-balon terbaik bakal unjuk gaya dan ukuran. Plus, total hadiah yang diperebutkan tembus puluhan juta rupiah. Lumayan banget, kan?
Yang mau ikut meramaikan di Pekalongan juga bisa daftar gratis lewat link resmi panitia. Tapi jangan santai-santai, pendaftaran terakhir 12 Maret 2026.
Festival balon udara ini bukan cuma soal siapa paling tinggi terbangnya. Ini soal tradisi, soal warga yang gotong royong bikin balon bareng, soal bangun pagi demi lihat langit penuh warna.
Jadi kalau kamu mudik lewat jalur Jawa Tengah akhir Maret nanti, sempatin mampir. Siapa tahu, langit yang kamu lihat pagi itu bakal jadi highlight Lebaran tahun ini. (*)


