Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Silayur Lagi, Silayur Lagi, Agustina: Kesalahan Tata Ruang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Silayur Lagi, Silayur Lagi, Agustina: Kesalahan Tata Ruang

Turunan Silayur kayak nggak pernah pensiun dari drama. Tiap kejadian selalu sama: kecelakaan, macet panjang, lalu semua saling tunjuk. Tapi kali ini, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, milih jujur, ini bukan sekadar salah sopir, tapi desain kotanya dari awal udah “nggak masuk akal”.

T. Budianto
Last updated: April 11, 2026 2:20 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul)
LAKUKAN EVAKUASI: Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Turunan Silayur lokasinya di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan. Buat yang sering lewat, pasti paham: turunan ini curam, panjang, dan bikin deg-degan, apalagi kalau ketemu truk gede dari arah atas.

Masalahnya, kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, jalan ini memang dari awal bukan buat kendaraan bertonase berat. Jadi ketika sekarang tiap hari dilibas truk kontainer, ya tinggal nunggu waktu aja kapan apesnya datang.

Baca juga: Ngeri! Truk Ugal-ugalan Picu Kecelakaan Beruntun di Silayur, Polisi Ungkap Kondisi Korban

“Memang dari awal nggak layak buat kendaraan berat,” tegasnya. Dan benar saja, Jumat, (10/4/2026) pagi kejadian lagi. Satu truk kontainer, mobil Yaris, dan motor Vario terlibat kecelakaan. Dampaknya nggak main-main, macet sampai lima jam. Aktivitas warga ke-lock, dan rasa waswas makin numpuk tiap kali harus lewat jalur itu.

Ironinya, jalur ini juga jadi akses penting ke kawasan industri. Artinya, meskipun jelas-jelas nggak ideal, truk tetap “dipaksa” lewat karena memang nggak banyak pilihan lain. Agustina juga nggak coba cari pembenaran.

Terkendala Anggaran

Dia terang-terangan bilang ini kesalahan tata ruang yang harus dibenerin. Tapi realitanya, ada tembok besar bernama anggaran. Buat ngerombak turunan Silayur, butuh sekitar Rp 60 miliar. Dan kondisi keuangan Pemkot saat ini? Belum sanggup.

Akhirnya, solusi yang dipakai masih klasik: koordinasi. Pemkot gandeng Dinas Perhubungan, kepolisian, sampai pengusaha buat ngatur lalu lintas truk. Tapi jujur aja, ini bukan hal baru, dan hasilnya juga belum banyak berubah.

Baca juga: Jalan Prof Hamka-Ngaliyan Sudah Mulus, tapi Warga Masih Khawatir Soal Silayur

Soal larangan truk lewat? Itu bukan kewenangan Pemkot. Harus lewat kepolisian. Bahkan untuk nutup akses perusahaan pun, pemerintah kota nggak punya kuasa penuh.

Silayur itu kayak alarm yang bunyi terus, tapi semua orang milih snooze. Jalan sudah “teriak” nggak kuat, kecelakaan datang berkala, solusi muter di rapat ke rapat. Mungkin yang kurang bukan data atau koordinasi, tapi keberanian buat bilang: ini darurat, bukan sekadar rutinitas. (tebe)

You Might Also Like

Samuel Wattimena: Stop Jalan Sendiri, Yuk Kolaborasi Biar Budaya Lokal Bisa Mendunia!

Walhi: Banjir Itu Bukan Takdir

Sekda Jateng: Enam Hari Sekolah Masih Dikaji

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros

Diterpa Isu Perselingkuhan, Pratama Arhan Ternyata Sudah Gugat Cerai Anaknya Andre Rosiade

TAGGED:headlinepemkot semarangsilayurtata ruang kotawali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengurus Kopdes Merah Putih Pekopen menjalankan usaha koperasi dengan menjual saruy-sayuran segar, Kamis (1072025). (humas pemprov) 5.500 Koperasi Baru di Jateng, Jadi Motor Ekonomi atau Sekadar Bangunan Estetik?
Next Article BRIN: Enam Kota/Kab di Jateng Masuk Daftar Paling Maju di Indonesia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kasus Penggelapan Berujung Pecat, Polisi Ini Resmi Diberhentikan

Ilustrasi ASN yang tergabung dalam Korpri. (istimewa/net)

Iming ASN Tanpa Tes, Warga Gresik Tertipu Ratusan Juta

Isu Kudeta Bikin Gaduh, Pengamat Soroti Pernyataan Pemerintah Sendiri

Balita Ditolak Rumah Sakit, Polisi Ini Langsung Bergerak Cepat

Kucing Kecil Nempel Terus, Ternyata Ada Alasan Ini

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Detik-detik mengerikan bangunan Pesantren Al Adalah, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, roboh ditelan bencana tanah gerak.
Info

Ngeri! Detik-detik Bangunan Ponpes Al Adalah Ambruk Ditelan Tanah Gerak di Tegal

Februari 6, 2026
Olahraga

Dana Seret, Venue Minim: PR Berat Jateng Buat Jaga Prestasi Olahraga

September 9, 2025
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau langsung proses pembangunan rumah pompa baru di Petudungan, pada Sabtu (30/8/2025).
Daerah

Atasi Banjir Semarang, Agustina Wilujeng Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

September 6, 2025
Arief Rosyid bersama Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
Viral

Viral Arief Rosyid soal Bahlil: ‘Jangankan Benar, Salah pun Kita Bela!’

Januari 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Silayur Lagi, Silayur Lagi, Agustina: Kesalahan Tata Ruang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?