Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Setelah Raja Mangkat, Angin Lembut Keraton Bawa Pesan Rukun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Setelah Raja Mangkat, Angin Lembut Keraton Bawa Pesan Rukun

Kini, setelah Sinuhun berpulang, tanggung jawab besar ada di tangan generasi penerus. Bukan hanya menjaga pusaka dan gelar, tapi juga menjaga keharmonisan batin keraton.

Nugroho P.
Last updated: November 3, 2025 2:47 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA – Malam itu, Keraton Kasunanan Surakarta tampak sendu. Di antara temaram lampu minyak dan harum dupa yang menari di udara, suasana duka terasa menyelimuti tiap sudut bangunan tua itu.

Contents
Bayang Putra Mahkota dan Suksesi LamaDua Arah, Satu TahtaDi Balik Duka, Ada Warisan

Sinuhun Pakubuwono XIII, sang pemimpin, telah berpulang pada Minggu (2/11/2025). Kabar kepergian beliau menyentuh hati banyak orang—dari abdi dalem, keluarga besar, sampai masyarakat yang masih menaruh hormat pada tradisi dan kebijaksanaan raja Surakarta.

Namun, di balik duka yang mendalam, pertanyaan besar mulai muncul: siapa yang akan melanjutkan tahta Keraton Surakarta Hadiningrat? Sebab di istana, setiap peralihan kekuasaan selalu menyisakan kisah dan ujian tersendiri.

Di tengah keheningan, suara lembut putri sang raja, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai, menembus sunyi. Ia berbicara bukan dengan nada kekuasaan, tapi dengan kasih seorang anak yang ingin menjaga warisan ayahnya.

“Semoga tetap rukun, seperti yang didawuhkan Sinuhun. Karena ada dua putra laki-laki, saya berharap semua satu suara dan saling mendukung,” ujar GKR Timoer penuh harap.

Baginya, warisan terbesar dari sang ayah bukanlah tahta atau pusaka keraton, melainkan kerukunan keluarga. Ia ingin agar semua yang ditinggalkan Sinuhun tetap guyub, sejalan dengan nilai luhur yang selalu dijaga di balik dinding megah keraton.

Perkataan GKR Timoer terasa menggema di ruangan tempat banyak kenangan tersimpan. Seakan jadi pengingat bahwa kejayaan keraton akan terus hidup selama warganya rukun.

Bagi masyarakat Solo, wafatnya Sinuhun bukan hanya kehilangan seorang raja, tapi juga sosok penjaga adat dan keseimbangan batin di tengah hiruk pikuk zaman modern.

Bayang Putra Mahkota dan Suksesi Lama

Jauh sebelum kabar duka ini datang, arah suksesi sebenarnya sudah pernah disampaikan secara resmi. Pada upacara Tingalan Dalem Jumenengan tahun 2022, Sinuhun PB XIII mengangkat salah satu putranya, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya, sebagai putra mahkota.

Dalam upacara sakral itu, nama baru pun disematkan: Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamengkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram. Sebuah nama panjang yang sarat doa dan tanggung jawab besar.

Masyarakat menaruh harapan agar sang putra kelak bisa meneruskan kepemimpinan ayahnya dengan kebijaksanaan dan keteduhan khas keraton.

Pada momen yang sama, permaisuri Sinuhun, BRAy Asih Winarni, dinobatkan sebagai Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono XIII—sosok yang setia mendampingi sang raja hingga akhir hayat.

Dua Arah, Satu Tahta

Namun, sebagaimana kisah lama keraton, jalan menuju suksesi tak selalu lurus. Setelah pengangkatan Purbaya, Lembaga Dewan Adat (LDA) muncul dengan pandangan berbeda.

Menurut LDA, masih ada pertimbangan lain yang perlu dilihat untuk menentukan pewaris tahta. Maka pada 24 Desember 2022, mereka memberi gelar baru kepada KGPH Mangkubumi sebagai KGPH Hangabehi.

Langkah itu menjadi tanda bahwa arah suksesi kembali memiliki dua arus—sebuah dinamika yang sudah sering terjadi dalam sejarah panjang Kasunanan Surakarta.

Namun, di tengah riak perbedaan itu, semangat untuk menjaga kehormatan adat tetap kuat. Semua pihak sepakat, jangan sampai perbedaan pandangan mencederai marwah keraton.

Di Balik Duka, Ada Warisan

Kini, setelah Sinuhun berpulang, tanggung jawab besar ada di tangan generasi penerus. Bukan hanya menjaga pusaka dan gelar, tapi juga menjaga keharmonisan batin keraton.

Keraton Surakarta adalah simbol kebudayaan yang hidup. Setiap gerak tari, setiap gamelan yang ditabuh, hingga setiap doa yang dilantunkan di pendapa, adalah napas panjang dari leluhur yang tak boleh padam.

Harapan GKR Timoer agar semua pihak tetap bersatu terdengar seperti doa yang mengalir tenang, menembus dinding tebal istana.

Baginya, menjaga warisan bukan berarti mempertahankan kekuasaan, tapi menjaga keseimbangan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Sebab di mata rakyat, seorang raja hidup bukan hanya karena mahkotanya, tapi karena nilai yang diwariskannya.

Malam semakin larut, aroma bunga melati dan kemenyan masih memenuhi udara. Di dalam keraton, doa terus dipanjatkan, bukan hanya untuk kepergian Sinuhun, tapi juga untuk masa depan Kasunanan Surakarta.

Dan di antara bisikan doa itu, suara lembut GKR Timoer terasa kembali: “Semoga rukun, semoga satu suara.”

Pesan itu seperti cahaya kecil di tengah duka—mengingatkan bahwa seindah apa pun sejarah, yang membuatnya hidup adalah hati yang tetap damai. (*)

You Might Also Like

Langkah Dua Raja, Duka Satu Keraton yang Menyatu

Kemenkeu Tepuk Meja, Isu Purbaya Dalang Duit Korupsi

Longsor Malam Hari Guncang Majenang, 2 Tewas,  Warga Belum Pulih

Bikin Geger!! Bocah 20 Tahun Punya 41 Dapur MBG, Saipa Sosoknya?

Apes! Tarik Mobil Gagal, Debt Collector Bengkulu Tewas Dibacok Nasabah

TAGGED:kraton solopurbayaraja kraton solo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bareng Buruh dan Ojol, Polisi Banjarnegara Rawat Guyub Kamtibmas
Next Article Labuan Bajo Panas Lagi, Gara-Gara Seafood Rp16 Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Awaluddin (batik cokelat) menangis saat dihampiri keluarganya usai sidang vonis di pengadilan, Rabu (11/2/2026). (bae)

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)

Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Senyum Tipis Atalia Muncul, Pilih Diam Soal Proses Cerai

Desember 22, 2025
Viral

Wah! Keluarga Pengantin Perempuan Pacitan Yakin Cek Rp3 Miliar Itu Asli, Nggak Main-main!

Oktober 11, 2025
Viral

Superflu Lagi ‘Ganas’ di New York, UGD Sampai Kewalahan

Desember 30, 2025
Viral

Motor Sama, Komentar Nyala: Aura Kasih Muncul di IG Lisa Mariana

Desember 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Setelah Raja Mangkat, Angin Lembut Keraton Bawa Pesan Rukun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?