SEMARANG, BACAAJA- Wajah Taman Sudirman yang berlokasi di Jalan Slamet Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, perlahan mulai berubah. Saat ini, taman tersebut tengah menjalani proses renovasi sebagai bagian dari upaya mempercantik kota sekaligus menghadirkan ruang publik yang aman, layak, dan ramah untuk semua usia, terutama anak-anak dan generasi muda.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas renovasi masih berjalan. Sejumlah sudut taman tampak diperbaiki, mulai dari penataan area hingga pembaruan fasilitas pendukung. Meski belum sepenuhnya rampung, taman ini tetap ramai dikunjungi warga yang datang silih berganti untuk duduk santai, mengobrol, atau sekadar cari udara segar di tengah hiruk pikuk kota.
Salah satu pengunjung, Jia (20) asal Salatiga mengaku tertarik datang ke Taman Sudirman karena suasananya yang sejuk dan nyaman, sesuatu yang menurutnya mulai langka di ruang publik perkotaan. “Katanya tempatnya adem, sepoi-sepoi, jadi enak buat main ke sini,” ujarnya.
Ruang Publik
Meski tidak sering berkunjung, Jia menilai keberadaan taman seperti Taman Sudirman penting sebagai alternatif ruang publik yang sehat, bukan cuma tempat nongkrong sambil scroll layar. “Jujur aku jarang ke sini, tapi enak. Bisa santai, ngobrol, dan enggak pengap,” katanya. Terkait renovasi, Jia berharap pembaruan taman tak hanya fokus pada tampilan fisik, tetapi juga menyentuh fasilitas yang benar-benar dibutuhkan pengunjung.
“Wifi-nya kalau bisa dibikin kencang lagi, tempat sampah ditambah, terus dicat ulang biar lebih menarik,” ungkapnya. Ia juga berharap renovasi ini bisa berdampak jangka panjang, dengan menarik lebih banyak warga untuk memanfaatkan taman sebagai ruang publik yang hidup dan inklusif.
“Biar makin banyak orang main ke sini. Soalnya tempatnya adem, enak buat santai,” tambahnya. Lebih dari sekadar ruang hijau, renovasi Taman Sudirman mencerminkan upaya Kota Semarang menghadirkan ruang publik yang ramah anak, nyaman bagi keluarga, dan terbuka bagi semua.
Dengan lingkungan yang bersih, aman, dan tertata, taman kota bisa menjadi tempat bermain, belajar, dan bersosialisasi tanpa harus keluar biaya. Di akhir perbincangan, Jia pun menyampaikan pesan sederhana untuk warga yang belum pernah mampir.
“Main ke sini, guys. Jajannya enak, tempatnya adem. Tapi tetap jaga kebersihan ya, biar tamannya enggak kotor,” pesannya.
Di saat mall makin penuh dan kafe makin mahal, taman kota jadi pengingat sederhana: nongkrong nggak selalu harus bayar. Tinggal duduk, tarik napas, dan ingat, kalau ruang publik sudah dibagusin, tugas kita tinggal satu: jangan dirusak. (dul)


