BACAAJA, PURWOKERTO – Suasana di gedung rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto terlihat tetap berjalan normal pada Jumat (21/8/2026). Namun, ada bagian gedung yang kini tidak bisa sembarang dimasuki setelah KPK melakukan penyegelan.
Ruang Rektor Unsoed dan sejumlah ruang wakil rektor di lantai tiga dipasangi segel KPK. Penyegelan dilakukan setelah Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan sejumlah pihak diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB, aktivitas pegawai di gedung rektorat Jalan HR Bunyamin, Purwokerto, masih berlangsung seperti biasa. Hanya saja, akses menuju lantai paling atas gedung tersebut kini dibatasi.
Juru Bicara Unsoed Edi Santoso membenarkan adanya penyegelan. Ia mengaku belum melihat langsung kondisi ruangan tersebut, tetapi mendapat informasi dari pegawai kampus.
“Saya sendiri belum ke sana, tetapi informasi dari pegawai, memang ruangan disegel,” kata Edi, Jumat (21/8/2026).
Menurut informasi yang diterima pihak kampus, penyegelan dilakukan terhadap ruang rektor serta empat ruang wakil rektor. Semua ruangan tersebut berada di lantai tiga gedung rektorat.
“Ruangan rektor dan wakil rektor, iya (semuanya). Informasinya seperti itu, tetapi saya belum melakukan pengecekan sampai ke atas,” ujar Edi.
Lantai Tiga Ditutup untuk Umum
Tak hanya ruangan yang dipasangi segel, akses menuju lantai tiga juga disterilkan. Pegawai maupun orang lain tidak diperbolehkan naik ke area tersebut untuk sementara waktu.
Pembatasan itu dilakukan atas instruksi KPK yang masih melakukan proses pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti terkait perkara yang sedang ditangani.
“Maaf untuk lantai 3 steril, karena perintah dari KPK tidak boleh ada yang ke atas,” kata petugas keamanan internal.
Penyegelan ini menjadi bagian dari rangkaian OTT KPK yang berlangsung di Purwokerto dan Jakarta sejak Kamis (20/8/2026). Dalam operasi tersebut, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq ikut diamankan bersama sejumlah pihak lainnya.
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan bahwa rektor termasuk orang yang terjaring OTT. “Rektor dan beberapa pihak lainnya dari Unsoed,” kata Setyo saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026).
KPK sebelumnya menyampaikan bahwa operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Dalam OTT itu, penyidik juga mengamankan uang tunai dengan nilai ratusan juta rupiah.
Pejabat Unsoed Diperiksa
Setelah operasi berlangsung, sejumlah pejabat Unsoed menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan di Mapolresta Banyumas pada Kamis malam.
Beberapa pihak dari lingkungan kampus turut diperiksa untuk membantu penyidik mengurai perkara yang sedang ditangani. KPK masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan.
Sementara itu, aktivitas di gedung rektorat Unsoed pada Jumat tetap berjalan. Pegawai masih melakukan kegiatan seperti biasa meski suasana di sekitar gedung menjadi perhatian setelah operasi KPK.
Pihak kampus sendiri masih menunggu perkembangan resmi dari KPK mengenai kasus tersebut. Termasuk soal status hukum Akhmad Sodiq dan pihak lain yang diamankan dalam OTT.
Hingga kini, KPK masih memiliki waktu untuk menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan. Penyegelan sejumlah ruangan menjadi sinyal bahwa proses pengumpulan informasi dan barang bukti masih berlangsung di lingkungan Unsoed. (*)

