BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang gagal menutup putaran kedua Championship 2025/2026 dengan senyum. Di hadapan lebih dari 3.000 pendukungnya sendiri, Laskar Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan Kendal Tornado FC, Jumat (30/1/2026).
Main terbuka sejak menit awal, PSIS sebenarnya sempat kasih sinyal ancaman. Menit 11, Beto Goncalves nyaris bikin Stadion Jatidiri bergemuruh. Sayang, sundulannya hasil umpan Gustur Cahyo masih “nemplok” di tangan kiper Kendal Tornado, Try Hamdani.
Baca juga: Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin
Alih-alih makin menekan, PSIS justru mulai keteteran. Kendal Tornado pelan-pelan ambil alih ritme permainan. Beberapa peluang tercipta, meski belum langsung berbuah gol.
Momen krusial datang jelang turun minum. Denilson harus keluar lebih cepat setelah diganjar kartu kuning kedua. Main dengan 10 orang, PSIS kehilangan keseimbangan. Petaka pun datang di menit 45+3. Gufroni Al Ma’ruf sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang PSIS dan membawa Kendal Tornado unggul 1-0.
Gandakan Keunggulan
Masuk babak kedua, PSIS coba bangkit. Tapi niat belum sejalan dengan hasil. Justru Kendal Tornado yang makin percaya diri. Menit 59, Akbar Firmansyah menggandakan keunggulan lewat penyelesaian rapi hasil umpan Yudha Alkanza.
Belum sempat bernapas, PSIS kembali kebobolan. Menit 69, Ibnu Hajar menambah luka tuan rumah lewat sontekan sederhana memanfaatkan kesalahan pemain belakang PSIS. Skor berubah jadi 3-0, dan stadion pun mulai sunyi.
PSIS sebenarnya tak berhenti menyerang. Esteban Vizcarra dan kawan-kawan terus mencoba menembus pertahanan Kendal Tornado. Namun rapatnya lini belakang tim tamu bikin semua upaya berakhir sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah.
Kekalahan ini bikin PSIS tertahan di peringkat sembilan klasemen akhir putaran kedua dengan 11 poin. Sementara Kendal Tornado FC nyaman nangkring di posisi empat besar dengan koleksi 33 poin. Usai laga, pelatih PSIS Jafri Sastra mengakui hasil ini jauh dari harapan.
Baca juga: COO PSIS: Enam Poin Harga Mati
“Sore ini kita hanya sebatas kerja keras, tapi hasil akhirnya sangat mengecewakan,” ujarnya singkat. Ia juga menyinggung soal kartu merah yang kembali menghantui timnya dalam dua laga terakhir. “Kami akan terus berbenah, baik pertahanan, chemistry, maupun hal lain,” tambahnya.
PSIS sudah kerja keras, Kendal Tornado kerja cerdas. Dan di sepak bola, seperti hidup, yang rapi dan tenang biasanya pulang bawa senyum, bukan cuma kenangan. (tebe)


