BACAAJA, SEMARANG- Debut Andri Ramawi sebagai nahkoda Mahesa Jenar akhirnya cuma berbuah satu angka usai ditahan 1-1 oleh Persela Lamongan dalam lanjutan Championship Liga 2 2025/2026 di Stadion Jatidiri.
Targetnya jelas: tiga poin. Realitanya? Ya, satu poin dulu. Meski begitu, Andri nggak lupa kasih apresiasi. Ia berterima kasih ke pemain yang disebutnya sudah ngotot sampai peluit akhir. “Terima kasih ke semua pemain yang sudah berjuang sampai menit akhir. Memang belum sesuai target, tapi saya lihat determinasi dan daya juang. Itu sinyal positif buat laga selanjutnya,” kurang lebih begitu pesannya.
PSIS sebenarnya punya banyak peluang. Main di kandang sendiri, menekan dari awal, tapi justru kebobolan duluan di menit 15 lewat sontekan Hambali Tholib. Kiper Mario Londok cuma bisa lihat bola masuk ke gawangnya. Situasi makin panas saat Persela harus main dengan 10 orang setelah Titan Agung kena kartu merah usai pelanggaran keras yang sempat dicek VAR.
Baca juga: Gol Telat Rafinha Selamatkan Mahesa Jenar
Sempat ada klaim penalti, tapi wasit cuma kasih tendangan bebas. Eksekusinya? Belum rezeki. Unggul jumlah pemain, PSIS malah kayak kurang nendang. Dominan iya, efektif belum tentu. Babak kedua, rotasi dilakukan. Rafinha yang awalnya duduk manis di bangku cadangan akhirnya diturunkan. Sempat ada gol Otavio Dutra di menit 68, tapi lagi-lagi VAR bilang: “Nope.”
Tendangan Rafinha menit 74 bahkan cuma nyium mistar. Stadion sempat hening. Sampai akhirnya… menit 91. Rafinha muncul jadi penyelamat. Gol telat itu bikin Jatidiri meledak. Skor 1-1 bertahan sampai akhir. Bukan kemenangan, tapi setidaknya nggak jadi malam yang pahit banget.
Perjuangan Keras
Tambahan satu poin bikin PSIS kini mengoleksi 12 angka. Tapi posisi? Masih di peringkat sembilan. Belum naik. Yang bikin agak was-was, sisa laga kandang tinggal tiga: lawan Barito Putera, Persipal Palu, dan Kendal Tornado FC. Sisanya? Lima partai tandang. Perjuangan mode extra keras.
Terdekat, Mahesa Jenar bakal away ke markas Deltras FC. Ujian berikutnya buat Andri yang baru sehari diperkenalkan sebelum laga debutnya ini. Debut yang penuh drama, penuh tekanan, dan penuh pelajaran.
Baca juga: Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai
Di akhir laga, Andri mengakui timnya sering membuang peluang dan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sehingga hasil tidak maksimal. Komunikasi antarlini dan ketenangan dalam penyelesaian akhir menjadi catatan penting pihaknya jelang laga berikutnya.
Karena di sepak bola, kadang yang bikin tepuk tangan itu bukan strategi canggih atau unggul jumlah pemain, tapi satu gol telat yang bikin semua orang lupa kalau tadi hampir pulang dengan kepala nunduk. (tebe)


