BACAAJA, BANDA ACEH – Gak tahu gimana rasanya jadi warga Pidie Jaya, Aceh. Musibah datang bertubi-tubi.
Pidie Jaya belum benar-benar pulih, eh sekarang banjir datang lagi. Bahkan ketinggian air mencapai 2 meter.
Hujan deras yang mengguyur wilayah ini bikin debit Krueng Meureudu naik drastis, air pun kembali menggenangi permukiman warga—bahkan rumah yang sebelumnya masih berlumpur ikut terendam lagi.
Bacaaja: Parah! Sudah Sebulan setelah Bencana, Ada Kampung di Aceh yang Masih Terisolasi
Bacaaja: Indonesia Tolak Bantuan Asing Bikin Negara-negara Arab Heran, Ada yang Ditutupin?
Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri bilang, 19 desa di tiga kecamatan terdampak banjir kali ini. Wilayah tersebut meliputi Meurah Dua, Meureudu, dan Bandar Dua.
Di Meurah Dua, air masuk ke Desa Dayah Husen, Mancang, Dayah Kruet, Meunasah Raya, Blang Cut, Buangan, dan Beuringen.
Sementara di Meureudu, banjir merendam Desa Berawan, Meunasah Lhok, Grong-grong Beracan, hingga Masjid Tuha–Lhokga.
Sedangkan Bandar Dua jadi wilayah paling luas terdampak, dengan delapan desa tergenang, mulai dari Juelanga sampai Alue Sane.
Warga pun mulai siaga penuh. Nasruddin, salah satu warga Pijay, bilang hujan belum berhenti sejak tadi, dan air pelan-pelan naik lagi ke rumah-rumah.
BPBD Pidie Jaya menyebut luapan sungai terjadi di banyak titik, termasuk Krueng Meureudu, Krueng Beuracan, Krueng Ulim, hingga kawasan Alue Keutapang.
Ketinggian air tembus 1–2 meter, dan dampaknya terasa hampir di seluruh wilayah kabupaten.
Kabar baiknya, pengungsi masih aman karena lokasi pengungsian berada di tempat lebih tinggi. Warga juga disebut relatif tenang karena sudah lebih dulu diimbau untuk bersiap.
Intinya, banjir di Pidie Jaya belum kelar, dan cuaca yang masih ekstrem bikin warga harus terus waspada.
“Air kembali menggenangi rumah warga pascadiguyur hujan yang sampai sekarang belum berhenti,” kata Nasruddin, warga Pidie Jaya. (*)


