BACAAJA, SURAKARTA– Pemprov Jateng terus memperketat persiapan arus mudik Lebaran 2026 dengan menggencarkan pemeriksaan kesehatan sopir dan kru bus di berbagai terminal dan perusahaan otobus.
Program ini menyasar pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang akan mengangkut ribuan pemudik selama masa Lebaran. Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan cukup lengkap, mulai dari cek tekanan darah, kadar gula darah, hingga tes narkoba.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, kepolisian, Jasa Raharja, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurut Yunita, pemeriksaan ini penting karena banyak kecelakaan lalu lintas terjadi akibat human error, salah satunya kondisi kesehatan sopir yang tidak prima.
Baca juga: 4,6 Juta Warga Jateng Akses Program Cek Kesehatan Gratis, Terintegrasi dengan Speling
“Kalau sopirnya kelelahan, tensinya tinggi, atau gula darahnya naik, itu sangat berbahaya. Maka dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk driver, co-driver, dan kru bus,” ujarnya.
Salah satu lokasi pemeriksaan dilakukan di Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta, yang menjadi salah satu simpul transportasi penting menjelang arus mudik. Di lokasi tersebut, puluhan sopir mengikuti pemeriksaan yang meliputi tes buta warna, cek tekanan darah, gula darah, tes urine narkoba, hingga konsultasi dokter.
Ramp Check
Selain itu, petugas juga melakukan ramp check untuk memastikan kondisi kendaraan benar-benar laik jalan sebelum membawa penumpang. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi kesehatan para pengemudi relatif baik.
Sebagian besar sopir memiliki tekanan darah normal, meski ada beberapa yang tercatat memiliki kadar gula darah cukup tinggi. Namun dari hasil tes urine, tidak ditemukan sopir yang positif menggunakan narkoba.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surakarta Aji Danarto menjelaskan, sopir yang terdeteksi memiliki tekanan darah atau gula darah tinggi langsung diarahkan ke meja konsultasi.
Baca juga: Jateng Siap Sambut Pemudik, Pemprov Pasang ‘Mode Siaga’ dari H-8 sampai H+7
Di sana mereka mendapatkan arahan medis serta obat dari dokter agar kondisi kesehatannya tetap terkontrol. “Pengemudi yang mengalami gangguan kesehatan langsung diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan dan diberikan obat. Tujuannya agar mereka tetap bisa menjalankan tugas dengan kondisi yang sehat,” jelas Danarto.
Mudik sering bikin orang fokus ke satu hal: tiket dapat atau tidak. Padahal yang lebih penting justru hal sederhana, sopirnya sehat atau tidak. Karena kalau tensi sopir stabil, gula darah normal, dan bebas narkoba, peluang sampai kampung halaman dengan selamat juga ikut naik. Kadang keselamatan perjalanan memang dimulai dari hal kecil: cek kesehatan sebelum pegang setir. (tebe)


