BACAAJA, BATANG- Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) akhir pekan ini jadi beda vibes. Biasanya identik sama mesin dan pekerja, tapi Sabtu (22/11) berubah jadi arena penuh suara anak-anak yang nggak cuma tampil seni, tapi juga ngasih rekomendasi kebijakan ke pemerintah.
Yup, Festival Anak Kecamatan Berdaya lagi berlangsung, dan di situ lah Wagub Jateng Taj Yasin Maemoen ngegas soal pentingnya “industri ramah anak”. Gus Yasin bilang, industri zaman now harus sadar kalau keberlanjutan itu bukan cuma soal profit, tapi juga lingkungan sosialnya.
Terlebih, anak-anak sekitar kawasan industri ikut “ngidupin” ekosistem daerah. “Kesempatan ini mempertegas komitmen industri dalam mewujudkan pemenuhan dan perlindungan anak melalui industri ramah anak,” ujarnya.
Dorongan itu nyambung sama rekomendasi Kids Take Over (KTO) Jawa Tengah yang disampaikan langsung di acara, yaitu sistem keamanan kawasan industri harus makin kuat, budaya kerja yang family friendly perlu digas dan akses belajar dan skill development buat anak-anak sekitar jangan sampai putus.
Salah satu bentuk konkretnya: CSR jangan cuma berhenti di spanduk dan foto seremonial, tapi benar-benar jadi ruang edukasi dan pelatihan berkelanjutan buat anak di lingkungan industri.
Perkuat Sinergi
Dari sisi pemerintah, Jateng sendiri lagi memperkuat sinergi pendidikan-industri, terutama lewat SMK berbasis industri biar anak-anak nggak cuma lulus, tapi match sama kebutuhan kerja masa depan.
Selain itu, Pemprov juga ngebangun simpul perlindungan anak lewat program Kecamatan Berdaya dan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA). Konsepnya sederhana: kalau ada masalah, yang turun tangan harus yang paling dekat dengan warga. Jadi bukan nunggu proses birokrasi muter-muter kayak nunggu episode sinetron bersambung.
Hal menarik lain? Gus Yasin ngaku sempat kaget karena pemikiran anak-anak yang hadir “dalam dan berani”. Anak-anak ini bahkan ikut merancang agenda dan ngasih rekomendasi untuk pemerintah, nggak cuma jadi objek acara, tapi subjeknya.
Festival Anak Kecamatan Berdaya sendiri digelar 21-23 November 2025, kolaborasi Pemprov Jateng, Pemkab Batang, Unicef Indonesia, dan Forum Anak dari tingkat provinsi sampai kecamatan. Bahkan ada perwakilan dari Jatim, DIY, Jabar, Jakarta, dan Bali buat saling tukar inspirasi.
Kepala Dinas Perempuan dan Anak Jateng, Emma Rachmawatie bilang, kalau tema global “My Day, My Rights” menguatkan misi menghadirkan perlindungan anak yang paling dekat dengan kehidupan mereka, ya di tingkat kecamatan itu tadi. (tebe)


