Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Nunggak Puasa Bertahun-tahun, Gimana Cara Bayarnya Biar Tenang?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Nunggak Puasa Bertahun-tahun, Gimana Cara Bayarnya Biar Tenang?

Yang sering kejadian, qadha ini ditunda terus. Awalnya cuma satu dua hari, lama-lama jadi belasan, bahkan puluhan hari. Tiba-tiba sudah lewat beberapa Ramadhan dan angka pastinya pun mulai samar.

Nugroho P.
Last updated: Februari 20, 2026 5:08 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
, KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ramadhan itu bukan cuma soal nahan lapar dan haus, tapi juga soal tanggung jawab yang nempel setelahnya. Kadang ada hari-hari yang bolong, entah karena haid, sakit, perjalanan jauh, atau kondisi tertentu yang dibolehkan syariat. Masalahnya, nggak sedikit yang utangnya malah numpuk sampai bertahun-tahun.

Puasa Ramadhan sendiri adalah kewajiban setiap Muslim yang sudah memenuhi syarat. Tapi Islam juga realistis, ada kondisi yang bikin seseorang boleh nggak puasa dulu. Nantinya, hari yang terlewat itu tetap harus diganti di luar bulan Ramadhan.

Yang sering kejadian, qadha ini ditunda terus. Awalnya cuma satu dua hari, lama-lama jadi belasan, bahkan puluhan hari. Tiba-tiba sudah lewat beberapa Ramadhan dan angka pastinya pun mulai samar.

Pertanyaan kayak gini pernah muncul dalam kajian KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya. Lewat tayangan di kanal YouTube Al Bahjah TV, ia menjelaskan dengan gaya yang adem dan nggak menghakimi.

Menurut Buya Yahya, orang yang gelisah karena utang puasanya justru patut diapresiasi. Artinya, masih ada rasa tanggung jawab dan keinginan buat beresin masa lalu. Itu tanda hati masih hidup.

Secara fikih, utang puasa tetap jadi tanggungan selama belum dibayar. Berapa pun jumlahnya, tetap wajib di-qadha. Waktu yang lewat nggak otomatis menghapus kewajiban itu.

Kalau sampai lewat Ramadhan berikutnya tanpa alasan yang dibenarkan, ada konsekuensi tambahan menurut sebagian ulama: selain qadha, juga bayar fidyah. Fidyahnya berupa memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.

Lalu gimana kalau jumlahnya sudah nggak ingat lagi? Buya Yahya menyarankan untuk memperkirakan dengan jujur dan realistis. Nggak perlu harus super presisi, yang penting ada usaha menghitung dan mencatat.

Langkah pertama yang ditekankan adalah taubat sungguh-sungguh. Bukan cuma bilang istighfar, tapi juga ada tekad kuat buat nggak mengulang kelalaian yang sama. Taubat ini jadi fondasi sebelum masuk ke teknis qadha.

Setelah itu, mulai cicil puasanya pelan-pelan. Nggak harus langsung ngebut dalam sebulan penuh kalau fisik nggak kuat. Bisa diatur ritmenya, misalnya seminggu dua kali atau menyesuaikan kemampuan tubuh.

Ada juga trik yang cukup ringan: manfaatkan momen puasa sunnah sekalian niat qadha. Jadi sekali jalan, dapat pahala puasa sunnah dan utang pun berkurang. Cara ini terasa lebih ringan buat yang sudah kerja atau usianya nggak muda lagi.

Buat yang usianya sudah 40 atau 50 tahun dan baru sadar punya utang banyak, nggak perlu panik. Islam nggak pernah menyuruh sesuatu di luar batas kemampuan. Yang penting konsisten dan punya catatan target.

Kalau memang sudah nggak mampu puasa karena sakit menahun atau usia lanjut, barulah fidyah jadi opsi utama. Dalam kondisi ini, kewajiban qadha bisa diganti dengan memberi makan orang miskin sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.

Yang sering bikin stres itu rasa takut duluan. Takut nggak sanggup, takut dosanya keburu menumpuk, takut Allah nggak ampuni. Padahal, menurut Buya Yahya, rasa gelisah itu sendiri sudah jadi tanda kebaikan.

Ia juga mengingatkan, beda kasus dengan mualaf. Orang yang baru masuk Islam nggak punya tanggungan ibadah masa lalu. Tapi bagi yang sejak awal Muslim, tanggung jawab ibadah tetap melekat dan perlu diselesaikan.

Meski begitu, pendekatan dakwah tetap harus lembut. Jangan sampai orang yang mau berubah malah ciut karena diceramahi dengan nada keras. Yang dibutuhkan justru dukungan dan solusi praktis.

Kalau sudah mulai mencicil dan punya daftar hari yang harus diganti, simpan catatannya baik-baik. Setiap kali selesai satu hari qadha, coret dari daftar. Sensasinya bikin lega dan makin semangat lanjut.

Dan kalau suatu saat ajal datang sebelum semua lunas? Buya Yahya menenangkan, selama sudah ada niat, taubat, dan usaha nyata, itu jadi bukti kesungguhan. Allah Maha Tahu isi hati dan perjuangan hamba-Nya.

Intinya, jangan biarkan utang puasa jadi beban mental bertahun-tahun. Mulai saja dulu dari satu hari, lalu tambah pelan-pelan. Yang penting bergerak, bukan cuma merasa bersalah tanpa aksi.

Ramadhan memang datang dan pergi tiap tahun, tapi kesempatan memperbaiki diri selalu terbuka. Selama masih ada napas, selalu ada jalan buat beresin utang puasa dan bikin hati jauh lebih tenang. (*)

You Might Also Like

Catat Jadwalnya! Ini Alasan Kamu Wajib Ikut Test Drive New Veloz Hybrid di Semarang

Dukun Gadungan Lampung Selatan, Ritual Tipu-Tipu dan Jejak Sabu

Atlet NPC Solo Panen 15 Medali di ASEAN Para Games Tailan, Respati Siapkan Fasilitas Khusus

Jadi Tersangka Kasus Sritex, Eks Wadirut Iwan Kurniawan Ngaku Cuma “Disuruh Bos”

Kabar Gembira Nih! BLT Rp900.000 Cair Hari Ini, Kamu Dapet Nggak?

TAGGED:puasaQADHA PUASAUTANG PUASA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden Prabowo Subianto memberi hormat kepada Presiden AS Donald Trump, saat Trump memuji dirinya dalam pidato pada KTT Board of Peace di Washington DC, Kamis (19/2/2026).(YouTube.com/KOMPAS TV) Cerita Prabowo ‘Hilangkan’ 48 Juta Jiwa Penduduk Indonesia saat Lapor Trump di Forum BoP
Next Article Guru SLB Yogya Diparkir, Kasusnya Kini Bergulir Serius

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih.

Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

Cerita Cinta dan Benturan Antargenerasi di Panggung Gemati

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)

Prabowo-Trump Sepakat: Indonesia Kena Tarif 19 Persen, Produk AS Bebas Bea Masuk RI

Wali Kota Semarang, Agustina WP dan Wakil Wali Kota menjelaskan soal BOP, Jumat (20/2/2026). (bae)

Kapan Bantuan Operasional RT 2026 Cair? Ini kata Wali Kota Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa

November 12, 2025
Sidang kasus penyekapan intel saat demo May Day, di PN Semarang. (bae)
Hukum

Mahasiswa Terdakwa Penyekap Intel Polisi: Hukuman Penjara Bukan untuk Balas Dendam

September 29, 2025
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Politik

Mic Bocor, Prabowo Minta Dikenalkan Anak Trump untuk Bisnis?

Oktober 14, 2025
Daerah

Niken Salindry Siap Jadi Sorotan Besar Golaga 2025

November 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nunggak Puasa Bertahun-tahun, Gimana Cara Bayarnya Biar Tenang?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?