BACAAJA, JAKARTA — Bayangin hidup tanpa ribet nyari colokan. Nggak ada lagi kabel kusut di lantai atau rebutan charger.
Di Finlandia, para insinyur baru saja membuktikan hal yang selama ini cuma ada di film sci-fi: listrik bisa dikirim lewat udara, tanpa kabel sama sekali.
Yes, literally lewat udara. Teknologi ini memungkinkan listrik berpindah dari sumber energi ke perangkat elektronik tanpa sentuhan fisik, mirip cara kerja Wifi.
Bacaaja: Irlandia Suntik Mati Seluruh PLTU Batu Bara, Andalkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Bacaaja: FAKTA UNIK: Swedia Nggak Kekurangan Minyak, tapi Kekurangan Sampah
Bedanya, kalau Wifi ngirim data, teknologi ini ngirim energi listrik yang bisa langsung dipakai perangkat.
Dilansir dari Tech Times, Senin (5/1/2026), sistem ini memanfaatkan medan elektromagnetik atau frekuensi radio yang dikontrol secara presisi.
Energi ditembakkan dari satu titik, lalu ditangkap oleh perangkat yang punya penerima khusus, selama masih berada dalam jangkauan.
Sebenarnya, konsep ini nggak sepenuhnya asing. Kita sudah kenal wireless charging di ponsel. Tapi masalahnya, teknologi lama itu super dekat, HP harus ditempelin ke pad charger.
Nah, versi baru dari Finlandia ini beda kelas. Jaraknya bisa lebih jauh, bukan cuma beberapa sentimeter. Selama perangkat ada di “zona energi”, listrik bakal mengalir otomatis.
Tanpa colokan. Tanpa kabel. Tanpa drama.
Fokus awal: perangkat kecil, tapi penting
Saat ini, pengujian masih difokuskan ke perangkat berdaya rendah, seperti:
- sensor pintar
- perangkat Internet of Things (IoT)
- gadget kecil yang butuh daya stabil tapi minim konsumsi
Kalau teknologi ini matang, baterai bisa jadi nggak relevan buat banyak perangkat kecil. Dampaknya? Limbah elektronik berkurang, desain gadget makin simpel, dan hidup jadi jauh lebih praktis.
Bisa dipakai di tempat yang selama ini mustahil
Potensi teknologi ini gede banget. Beberapa skenario yang dibayangkan:
- daerah terpencil yang susah ditarik kabel listrik
- alat medis yang ditanam di dalam tubuh pasien
- rumah pintar dengan sensor di mana-mana tanpa ribet stopkontak
Perangkat bisa terus hidup tanpa gonta-ganti baterai atau narik kabel panjang ke mana-mana.
Meski terdengar futuristik, teknologi ini belum siap dipakai massal. Masih ada PR besar yang harus dibereskan:
- efisiensi energi (biar nggak banyak listrik kebuang di udara)
- jarak jangkauan yang lebih luas
- standar keamanan buat manusia, hewan, dan perangkat lain
Intinya, listrik lewat udara itu bisa, tapi masih butuh waktu sebelum jadi bagian dari hidup sehari-hari.
Tapi satu hal jelas: masa depan ngecas gadget tanpa kabel makin dekat, dan Finlandia baru saja membuka pintunya. (*)


