Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

Kalau bangunan bersejarah udah dipoles kinclong, harusnya dipajang atau tetap disimpan? Nah, di Surakarta lagi rame nih, antara niat bikin wisata sejarah makin hidup, sama kekhawatiran soal batas privasi keraton yang nggak bisa sembarangan dibuka.

T. Budianto
Last updated: Maret 27, 2026 12:21 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KERATON KILEN: Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau kawasan Keraton Kilen Surakarta, Kamis, (26/3/2026) usai menghadiri halal bihalal di Sasana Handrawina bersama keluarga besar keraton. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA- Menteri Kebudayaan Fadli Zon punya rencana besar: menghidupkan lagi Keraton Kilen alias Keraton Kulon di kompleks Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan membukanya untuk publik.

Bangunan ini bukan sembarang tempat. Dulu jadi kediaman Paku Buwono X sekitar tahun 1932. Jadi, nilai historisnya jelas nggak main-main. Menurut Fadli, kondisi Keraton Kilen saat ini butuh sentuhan serius.

Baca juga: LDA Minta Dana Hibah Keraton Diaudit

Targetnya, revitalisasi dimulai tahun ini, lengkap dengan pengembalian nuansa asli, mulai dari taman, ruang pribadi, sampai detail arsitektur khas keraton. Prosesnya nggak instan. Akan dimulai dari kajian, pemetaan aset, perencanaan teknis, sampai pengukuran detail bangunan. “Kalau bisa, tahun ini mulai,” ujarnya.

Yang menarik, Fadli nggak mau bikin ini jadi museum “biasa”. Ia pengin seluruh area keraton jadi semacam living museum, tempat orang nggak cuma lihat benda, tapi juga “ngerasain” atmosfer masa lalu.

Termasuk area taman dan bahkan bungker yang rencananya bakal diubah jadi museum terbuka (open air museum). Rencana ini ternyata nggak mulus. Dari internal keraton sendiri, muncul suara keberatan.

Alasan Sensitif

Pihak Paku Buwono XIV lewat Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbay menyampaikan bahwa pembukaan Keraton Kulon nggak bisa sembarangan. Alasannya cukup sensitif: Keraton Kilen dianggap sebagai wilayah privat, khususnya bagian keputren, yang dulunya jadi tempat tinggal raja dan permaisuri.

“Kurang pas kalau dibuka untuk umum,” kurang lebih begitu sikapnya. Selain itu, ada juga kekhawatiran klasik: jangan sampai sudah direnovasi, tapi ujung-ujungnya terbengkalai lagi.

Di sisi lain, soal pendanaan juga belum sepenuhnya beres. Fadli menyebut masih menunggu kejelasan badan hukum sebagai dasar penyaluran hibah. Artinya, sebelum bicara buka-tutup untuk publik, urusan administratif juga masih harus diberesin.

Baca juga: Respati Dampingi Menbud Serahkan SK Keraton Solo, Babak Baru Penataan Kasunanan

Kasus ini jadi semacam tarik ulur klasik: antara pelestarian budaya yang ingin dibuka ke publik, dengan nilai sakral dan privasi yang ingin dijaga. Di satu sisi, potensi wisata dan edukasi sejarahnya besar banget. Di sisi lain, ada batas yang nggak semua orang merasa nyaman kalau “dilanggar”.

Kalau semua yang bersejarah dibuka demi wisata, nanti yang privat tinggal kenangan. Tapi kalau semuanya ditutup rapat, sejarah cuma jadi cerita tanpa rasa. Jadi mungkin, yang perlu dicari bukan sekadar “dibuka atau tidak”, tapi gimana caranya biar publik bisa lihat… tanpa bikin yang punya rumah merasa kehilangan “rumahnya”. (tebe)

You Might Also Like

Upacara HUT RI di Balai Kota Semarang Hadirkan Sosok Istimewa, Siapa?

Kenaikan Pajak Bukan Alasan Utama Demo di Pati, Tapi Soal Kepemimpinan

Kutuk Serangan ke Iran, MUI Desak Pemerintah Pertimbangkan Mundur dari BoP

Kabar Gembira Nih! BLT Rp900.000 Cair Hari Ini, Kamu Dapet Nggak?

Polisi Masa Kini: Antara Transformasi Serius dan Upgrade Aplikasi yang Masih Loading

TAGGED:fadli zonheadlinekeraton solomenbudwisata budaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article “Kalau Mau Sukses, Muliakan Rakyat”, Pesan Ulama ke Gubernur
Next Article Baru Diperbaiki, Sudah Retak Lagi: Tanggul Sungai Tuntang Bikin Deg-degan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Urgensi Pengakuan Ekosida sebagai Sebuah Kejahatan dalam Kerangka Hukum di Indonesia

Bisakah Kita Bertahan Lebih Lama Ketika Dunia Sudah Semakin Kacau?

Ilustrasi warga menikmati layanan angkutan mudik hingga angkutan arus balik gratis.

Gratis! 76 Bus Angkutan Balik Bawa Perantau Jateng Kembali ke Ibu Kota

Pengguna layanan kereta api mengambil barang bawaannya yang tertinggal di kereta. (ist)

Barang Pemudik Senilai Ratusan Juta Tertinggal di Kereta, dari Tumbler sampai Tablet

Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Agus Sparmanto dan Taj Yasin bersalaman komando usai gelaran tasyakuran Muktamar PPP X di Andol Jakarta, Minggu (28/9/2025). Agus Suparmanto dan berkoalisi dengan Taj Yasin ini, juga mengklaim bahwa kubu mereka lah yang memenangkan Muktamar PPP X secara aklamasi. Kalim serupa yang lebih dulu dilakukan kubu Mardiono. Foto: dok.
Opini

Dalang di Balik Perpecahan PPP dan Bayangan Jokowi

September 29, 2025
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

Desember 4, 2025
Buruh SPN demo soal upah di depan kantor gubernur, Senin (8/12/2025). (bae)
Info

Keren Nih! Buruh Ancam Mogok kalau Tuntutan Tak Digubris

Desember 9, 2025
Politik

Fakta Kasus Wahyudin Moridu, KPK Turun Tangan, Penyebar Video Ternyata Selingkuhannya

September 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?