BACAAJA, SEMARANG – Pandangan yang mulai kabur saat memasuki usia 40 tahun ke atas sering dianggap hal biasa. Apalagi ketika membaca tulisan kecil atau melihat benda dari jarak dekat terasa makin sulit, banyak orang langsung berpikir sudah waktunya memakai kacamata plus.
Padahal, mata buram tidak selalu berkaitan dengan proses penuaan. Keluhan serupa juga bisa menjadi tanda katarak, gangguan pada lensa mata yang membuat penglihatan terasa berkabut dan tidak lagi jernih.
Kepala Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) sekaligus dokter spesialis mata JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), mengingatkan pentingnya pemeriksaan mata untuk membedakan kedua kondisi tersebut. Skrining secara berkala bisa membantu mengetahui penyebab gangguan penglihatan sebelum keluhannya makin mengganggu.
“Cara membedakan antara buram karena pertambahan usia atau buram karena katarak kalau bisa memang skrining penglihatan. Itu dilakukan setahun sekali,” jelas dokter yang akrab disapa Tasha itu kepada Kompas.com di RS Mata JEC Kedoya, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Usia Bertambah, Kacamata Plus Bisa Dibutuhkan
Penurunan kemampuan melihat objek dekat merupakan salah satu perubahan yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini membuat seseorang membutuhkan bantuan kacamata baca berlensa cembung atau yang dikenal sebagai kacamata plus.
Menurut Tasha, kebutuhan ukuran lensa biasanya meningkat sejalan dengan pertambahan umur. Pada usia di atas 40 tahun, misalnya, seseorang umumnya mulai membutuhkan lensa plus 1.
“Biasanya kalau sudah di atas 40 tahun itu plus 1, itu umum banget. Kalau sudah 50, plus 2. Kalau sudah 60, 70, dan 80 tahun itu plus 3,” ujarnya.
Meski begitu, kebutuhan ukuran kacamata setiap orang bisa berbeda. Karena itu, pemeriksaan mata tetap diperlukan agar ukuran lensa yang digunakan sesuai dengan kondisi penglihatan terkini.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ukuran kacamata sudah berubah, lensa sebaiknya disesuaikan. Kacamata dengan ukuran yang tidak lagi tepat bisa membuat penglihatan tetap terasa kurang nyaman.
“Kalau ternyata ada perubahan ukuran kacamata, baiknya memang harus diganti. Sesuai sama ukuran yang paling terakhir atau paling terbaru,” tutur Tasha.
Katarak Bikin Pandangan Seperti Tertutup Kabut
Berbeda dengan gangguan penglihatan karena usia, mata buram akibat katarak memiliki ciri yang perlu diwaspadai. Penderitanya bukan hanya kesulitan melihat benda dekat, tetapi juga merasa seolah-olah ada lapisan yang menghalangi pandangan.
“Kalau katarak itu buramnya lebih ke arah kayak ada yang ngalangin, ada kabut,” ungkap Tasha.
Keluhan lain yang bisa muncul adalah mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Kondisi ini dapat terasa mengganggu ketika seseorang berkendara pada malam hari dan berhadapan dengan sorot lampu kendaraan dari arah berlawanan.
“Dan biasanya kalau misalkan masih aktif nyetir malam, kalau misalkan ngelihat lampu yang berlawanan itu kayak silau, enggak tahan. Itu sih biasanya kalau katarak,” tambahnya.
Gejala tersebut sebaiknya tidak dianggap sekadar tanda bahwa kacamata perlu diganti. Apalagi jika pandangan makin buram dan silau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jangan Asal Menyimpulkan Mata Buram
Kemiripan gejala antara perubahan penglihatan akibat usia dan katarak membuat sebagian orang memilih menebak-nebak sendiri penyebabnya. Tak sedikit yang mengira cukup mengganti kacamata, padahal gangguan yang dialami bisa membutuhkan penanganan berbeda.
Tasha mengingatkan, kebiasaan menganggap mata buram sebagai hal biasa berisiko membuat pemeriksaan terlambat dilakukan. Padahal, mengetahui penyebabnya sejak awal penting agar penanganan bisa disesuaikan dengan kondisi mata.
“Kalau misalkan makin buram, terus habis itu kayak sudah silau saat terpapar cahaya pada malam hari, mereka pikir itu, ‘Kayaknya memang waktunya ganti kacamata’, padahal sebenarnya kataraknya,” jelasnya.
Untuk memastikan penyebab penglihatan buram, pemeriksaan langsung oleh dokter mata menjadi langkah yang tepat. Dokter akan mengevaluasi kondisi mata untuk menentukan apakah keluhan berkaitan dengan perubahan akibat usia, katarak, atau gangguan lainnya.
Pemeriksaan mata secara rutin, idealnya setahun sekali sesuai anjuran Tasha, juga membantu memantau perubahan penglihatan. Jadi, jika pandangan mulai berkabut, makin buram, atau terasa silau saat melihat cahaya, jangan buru-buru menyalahkan faktor usia maupun mengganti kacamata sendiri tanpa pemeriksaan. (*)

