Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Masuk Musim Kemarau, Luthfi Cek Embung dan Irigasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Masuk Musim Kemarau, Luthfi Cek Embung dan Irigasi

Belum masuk puncak kemarau, tapi alarmnya sudah dinyalakan duluan. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mulai gerak cepat ngecek “tabungan air” di berbagai daerah biar nanti nggak panik pas sawah mulai kering.

T. Budianto
Last updated: April 9, 2026 9:19 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
RESMIKAN EMBUNG: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meresmikan pengoperasian embung di Desa Geblog, Kaloran, Temanggung, akhir Februari lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, KARANGANYAR- Di tengah prediksi musim kemarau yang bakal mulai terasa sejak April 2026, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi minta seluruh jajarannya untuk cek total kondisi embung dan saluran irigasi di Jateng.

Pesannya simpel tapi krusial: jangan sampai petani kekurangan air saat musim tanam. Karena kalau air aman, produksi pangan juga ikut aman. Hal itu disampaikan saat ia meninjau langsung Embung Alastuwo di Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (7/4/2026).

Embung yang dibangun sejak 2017 itu punya kapasitas sekitar 6.723 meter kubik. Fungsinya nggak main-main, jadi sumber air buat 186 kepala keluarga sekaligus mengairi sekitar 35 hektare sawah saat kemarau datang.

Baca juga: Embung Karangjati Bikin Petani Blora Nggak Bergantung Langit

Menurut Luthfi, keberadaan embung jadi salah satu “senjata utama” buat menghadapi musim kering. Makanya, dia minta dilakukan cek dan ricek, bukan sekadar laporan di atas kertas.

Sejak 2025 sampai awal 2026, sudah ada 12 embung baru yang dibangun di Jawa Tengah. Tapi jumlah itu masih dianggap kurang. Luthfi bahkan “nitip pesan” ke para bupati dan wali kota supaya daerah yang butuh embung segera diusulkan. Targetnya jelas: nggak ada lagi wilayah yang krisis air saat kemarau.

Saluran Irigasi

Nggak cuma embung, saluran irigasi juga ikut jadi perhatian. Soalnya percuma punya tampungan air kalau distribusinya mampet di tengah jalan. Semua langkah ini diarahkan untuk satu tujuan besar: ngejar swasembada pangan.

Pada 2026 ini, Jateng ditarget bisa produksi 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG). Tahun sebelumnya aja sudah tembus hampir 9,7 juta ton atau sekitar 15,6 persen kebutuhan nasional. Posisi Jateng sekarang di urutan kedua, dan ambisinya jelas: naik ke nomor satu.

Selain itu, Luthfi juga mulai pasang strategi cadangan. Ia menggandeng Kodam IV/Diponegoro untuk program pipanisasi dan sumurisasi, terutama di daerah yang rawan kekeringan.

Baca juga: Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau

Di lapangan, manfaat embung sudah mulai terasa. Salah satu petani di Tasikmadu, Admin, bilang Embung Alastuwo sangat membantu saat musim tanam kedua dan ketiga yang biasanya bertepatan dengan musim kemarau.

Karena urusan air itu seringnya baru dianggap penting saat sudah habis. Padahal, yang bikin panen gagal bukan cuma hama atau cuaca, tapi juga kesiapan. Jadi kalau sekarang sibuk ngecek embung, mungkin bukan karena berlebihan… tapi karena belajar dari kemarau-kemarau yang dulu datang tanpa ampun. (tebe)

You Might Also Like

LaLiga 2025-2026 Resmi Dijadwalkan Mulai 17 Agustus, Ini Rincian Kalender Musim Depan

Timur Tengah Lagi Panas, DPR: Haji 2026 Aman Nggak Nih?

ISNU Jateng Tancap Gas! Susun 3 Prioritas Utama, Bikin Sarjana NU Makin Berdampak

Scroll Boleh, Asal Aman: Kemenkum Ingatkan Bahaya Dunia Digital

Mahasiswa Semarang Turun Jalan, Tolak KUHAP: Ini Nginjek-injek HAM

TAGGED:embunggubernur jatengirigasipemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polisi Buru Narkoba hingga Septic Tank
Next Article Ketidakadilan Terus Terjadi Bahkan Ketika Kita Tengah Tidur Lelap

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketidakadilan Terus Terjadi Bahkan Ketika Kita Tengah Tidur Lelap

Masuk Musim Kemarau, Luthfi Cek Embung dan Irigasi

Polisi Buru Narkoba hingga Septic Tank

Pemkot Semarang Siapkan Tiga SPPG Jadi Role Model

Tampang Dito (baju oranye), begal sadis yang tega membacok korbannya dengan pisau lipat digiring polisi ke tahanan, Rabu (8/4/2026). (bae)

Demi Sebotol Congyang, Aksi Brutal Begal Sadis di Halmahera Semarang Terungkap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi siswa dilarang ikut ujian, karena masih mempunyai tunggakan pembayaran. (grafis/wahyu)
Pendidikan

Siswa Berprestasi SMK Purworejo Dilaranag Ikut Ujian, Cuma Gegara Ini

Oktober 18, 2025
Nasional

Banjir Sumatera Empat Perusahaan Disegel, Cuma Administratif?

Desember 12, 2025
Daerah

Dukung Generasi Emas, Pemkot Genjot Raperda Pendidikan Inklusif

September 30, 2025
Info

Kebakaran Hebat, Korban Terra Drone Berguguran

Desember 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Masuk Musim Kemarau, Luthfi Cek Embung dan Irigasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?