BACAAJA, SLEMAN- PSIS Semarang harus mengakui keunggulan tuan rumah PSS Sleman dengan skor 1-2 pada laga pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (10/1/2026).
Elang Jawa langsung tancap gas sejak menit awal. Junior Haqi membuka keunggulan cepat di menit ke-4, disusul gol Gustavo Toncantins pada menit ke-61.
PSIS sempat menyamakan kedudukan lewat Alberto Goncalves di menit ke-48, tapi gol itu belum cukup menyelamatkan Mahesa Jenar dari kekalahan. Pelatih PSIS, Jafri Sastra, menilai anak asuhnya sudah bekerja keras sepanjang 90 menit. Menurutnya, hasil akhir memang tidak berpihak, tapi performa tim patut diapresiasi.
Baca juga: Prediksi Pemain PSIS vs PSS, Ajang Pembuktian Pemain Baru
Sepanjang pertandingan, PSIS sebenarnya tak tampil inferior. Beberapa kali Mahesa Jenar mampu keluar dari tekanan dan membangun serangan balik cepat, terutama lewat sektor sayap. Sayangnya, penyelesaian akhir masih jadi catatan. Sejumlah peluang yang lahir belum bisa dikonversi menjadi gol tambahan.
Masuk babak kedua, tempo permainan sempat meningkat. PSIS tampil lebih berani menekan setelah gol penyama kedudukan Alberto Goncalves. Namun, momen itu tak bertahan lama. PSS kembali mengambil alih permainan dan berhasil mencetak gol penentu lewat Gustavo Toncantins yang memanfaatkan celah di lini belakang PSIS.
Segera Berbenah
Kekalahan ini membuat PSIS gagal melanjutkan tren positif usai meraih kemenangan kontra Persipal pada laga sebelumnya. Posisi Mahesa Jenar di papan klasemen pun masih belum sepenuhnya aman, memaksa tim untuk segera berbenah jelang laga berikutnya.
Jafri Sastra menyebut evaluasi akan langsung dilakukan, terutama soal konsistensi permainan dan fokus pemain di momen krusial. Ia berharap anak asuhnya bisa belajar dari laga ini dan tampil lebih efektif ke depannya.
“Anak-anak sebenarnya bermain bagus. Kami sudah berjuang maksimal, hanya saja belum bisa dapat tiga poin,” ujar Jafri usai laga. Ia menegaskan PSIS harus segera berbenah, mengingat posisi tim di klasemen masih belum aman dan persaingan liga semakin ketat.
Baca juga: PSIS-Cordova Lanjut Jalan Bareng
PSIS dijadwalkan kembali tampil di hadapan pendukung sendiri pada Sabtu, (17/1/2026) kontra Deltras. Laga kandang menjadi kesempatan penting untuk bangkit, sekaligus membuktikan bahwa kekalahan di Maguwoharjo bukan tanda melemah, melainkan alarm untuk segera naik level.
Karena di liga yang ketat seperti ini, niat saja jelas belum cukup. Yang dicari bukan cuma permainan rapi, tapi poin biar perjalanan pulang nggak melulu bawa pelajaran, tapi juga senyum kemenangan.
PSIS boleh kalah di papan skor, tapi setidaknya tidak kalah niat. Tinggal satu PR: bikin usaha di lapangan ikut kebayar di klasemen bukan cuma di highlight pertandingan. (tebe)


