Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Luthfi: Mbah Dalhar Bukan Cuma Ulama, Tapi “Influencer” Persatuan Zaman Dulu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Luthfi: Mbah Dalhar Bukan Cuma Ulama, Tapi “Influencer” Persatuan Zaman Dulu

Ribuan orang tumplek blek di Gunungpring, Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang. Bukan konser, bukan festival, tapi haul seorang kiai. Menariknya, yang dibawa pulang bukan cuma doa, tapi juga vibes persatuan dan nasionalisme yang masih relate sampai sekarang.

T. Budianto
Last updated: April 6, 2026 9:08 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
HADIRI HAUL: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menghadiri Haul ke-66 KH Dalhar di Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang, Senin (6/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, MUNGKID- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi ngajak masyarakat buat “ngaca” ke sosok KH Dalhar. Menurutnya, kiai kharismatik ini bukan cuma ngajarin ilmu agama, tapi juga soal hidup bareng dalam perbedaan, alias persatuan dan nasionalisme.

Pesan itu disampaikan saat Haul ke-66 KH Dalhar di Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Senin (6/4/2026). Ribuan jemaah dari berbagai daerah hadir, dari Jateng, Jatim, Jabar, bahkan luar Jawa. Bukti kalau pengaruh Mbah Dalhar masih “hidup” sampai sekarang.

Baca juga: Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Menurut Luthfi, KH Dalhar itu paket lengkap. Nggak cuma ngajarin kitab, tapi juga gimana ilmunya dipraktikkan di kehidupan nyata, terutama soal cinta tanah air dan kebersamaan.

“Di sini kita belajar soal kesederhanaan, persatuan, dan bagaimana menempatkan kepentingan bersama di atas segalanya,” ujarnya. Yang menarik, haul ini nggak cuma soal spiritual. Efek ekonominya juga terasa.

Perputaran Uang

Sepanjang jalan menuju Watucongol, ratusan UMKM ikut “kecipratan rezeki”. Dari makanan, suvenir, sampai parkiran dadakan, semua hidup. “Ini kolaborasi antara tradisi dan ekonomi. Ada perputaran uang yang nyata di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani yang turut hadir ikut angkat suara. Ia menilai pesantren seperti Darussalam Watucongol jadi “miniatur Indonesia”, tempat orang dari berbagai daerah kumpul, belajar, dan hidup bareng dalam perbedaan.

Menurutnya, dari sanalah lahir banyak tokoh yang punya semangat nasionalisme dan anti-penjajahan. “Pesantren itu sumber persatuan. Di sana orang belajar toleransi, kebersamaan, dan silaturahmi,” katanya.

Baca jugaL Haul ke-55 Bung Karno, Puan Maharani: Warisan Gagasannya Relevan Sepanjang Zaman

Di tengah situasi global yang makin dinamis, Muzani menegaskan kalau persatuan tetap jadi “modal utama”. Dan sosok seperti KH Dalhar jadi pengingat bahwa kepentingan bangsa harus selalu di atas segalanya.

Di era orang sibuk cari influence di media sosial, Mbah Dalhar justru sudah jadi “influencer” jauh sebelum itu ada, tanpa followers digital, tapi mampu ngumpulin ribuan orang dan meninggalkan legacy yang lebih dari sekadar trending. (tebe)

You Might Also Like

Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana

Superflu Cuma Lewat Timeline, Jateng Masih Aman

Dapat Kacamata dari Kiai, Luthfi Kayak Diingetin: “Liat Rakyat Jangan Setengah-Setengah”

Upaya Dosen “Kakao” Lolos dari Jerat Hukum Gagal

Iran Gelar Sayembara Berburu Pilot Jet Tempur AS yang Jatuh, Hadianya Gak Main-main

TAGGED:ahmad luthfimbah kh dalharpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Angin Datang, Atap Terbang, Pemkot “Gaspol” Bantu Warga Gedawang
Next Article Lebaran Lewat, Harga Nggak Ikut “Meledak”, Inflasi Semarang Masih Santuy

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Razia Dadakan + Tes Urine: Lapas Purwodadi Nggak Mau Kecolongan di Balik Jeruji

Lebaran Lewat, Harga Nggak Ikut “Meledak”, Inflasi Semarang Masih Santuy

Luthfi: Mbah Dalhar Bukan Cuma Ulama, Tapi “Influencer” Persatuan Zaman Dulu

Angin Datang, Atap Terbang, Pemkot “Gaspol” Bantu Warga Gedawang

Jumat WFH, Dinas Dipangkas, ASN Jateng Diajak Lebih “Hemat Mode”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Polda Jateng Warning: Demo Damai Silakan, Perusuh Siap Kena Gas!

September 1, 2025
4 kandida driver bus profesional dari JIDS LPK Hiro-LPK Kamisora disambut langsung jajaran Direksi Osaka Bus Jepang.
Ekonomi

4 Kandidat Driver Bus Profesional JIDS LPK Hiro-LPK Kamisora Disambut Langsung Sacho Osaka Bus Jepang

Agustus 20, 2025
Hukum

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Kembali Diuji

Maret 15, 2026
Daerah

Buruh Semarang Ngudoroso UMR, Wali Kota: Tenang, Tak Kawal…

November 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Luthfi: Mbah Dalhar Bukan Cuma Ulama, Tapi “Influencer” Persatuan Zaman Dulu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?