BACAAJA, CILACAP – Hujan deras yang turun sejak Kamis malam membuat tebing di Desa Cibeunying, Majenang, tiba-tiba runtuh. Longsoran besar itu langsung menimpa beberapa rumah warga dan menimbulkan situasi darurat.
Dua orang ditemukan meninggal dunia tak lama setelah kejadian. Sementara itu, 21 warga lain masih hilang dan diduga berada di bawah timbunan tanah yang cukup dalam.
Priyo Prayudha Utama dari Kantor SAR Cilacap mengatakan laporan masuk segera setelah warga mendengar suara gemuruh dari bukit. Tim SAR bergerak cepat ke lokasi dan langsung melakukan asesmen.
Medan yang curam dan tanah yang masih labil membuat proses pencarian berjalan pelan. Tim SAR belum bisa membawa alat berat karena akses menuju lokasi sangat sempit.
Berdasarkan data awal, total 46 warga terdampak: dua meninggal, 23 selamat, dan 21 masih dalam pencarian. Kondisi hujan yang belum sepenuhnya reda juga menambah risiko longsor susulan.
Pencarian tetap dilakukan secara manual sampai alat berat bisa masuk. Priyo menegaskan bahwa pencarian tidak akan berhenti sampai seluruh korban ditemukan.
Di pengungsian, warga yang selamat menunggu kabar anggota keluarga mereka yang belum ditemukan. Suasana dipenuhi kecemasan dan harapan agar proses pencarian segera membuahkan hasil. (*)


