TURKI itu bukan cuma soal kebab dan balon udara di Cappadocia. Negara ini seperti album raksasa yang menyimpan jejak panjang peradaban, dari Bizantium sampai Ottoman. Dan kalau ngomongin warisan Islamnya, masjid-masjid di sana benar-benar bikin mata susah kedip.
Di beberapa kota, terutama Istanbul dan Bursa, masjid bukan sekadar tempat sholat. Bangunannya megah, detailnya niat banget, dan tiap sudutnya punya cerita. Dari kubah raksasa yang terasa “menggantung” di udara sampai ubin Iznik warna-warni yang rumitnya kebangetan, semuanya terasa spesial.
Berikut ini lima masjid bersejarah di Turki yang wajib banget kamu datangi kalau suatu saat menginjakkan kaki ke sana.
Pertama, ada Süleymaniye Mosque yang berdiri gagah di Bukit Ketiga Istanbul. Dari kejauhan, empat menaranya langsung mencuri perhatian, apalagi dengan latar Golden Horn yang memesona.
Masuk ke dalamnya, suasananya adem dan khidmat. Kaligrafi menghiasi dinding, lampu gantung besar menggantung rendah, dan karpet tebal bikin langkah terasa pelan otomatis. Lengkungan merah-putih di bagian interiornya jadi ciri khas yang elegan dan beda dari yang lain.
Kompleks masjid ini juga jadi tempat peristirahatan Sultan Süleyman I dan istrinya. Enggak heran kalau banyak yang menyebutnya sebagai salah satu mahakarya arsitektur Ottoman terbaik di Istanbul. Untuk wisatawan, masjid ini biasanya buka dari pagi sampai sore, kecuali saat waktu sholat.
Kedua, ada Rüstem Pasha Mosque yang sering dijuluki hidden gem. Lokasinya agak tersembunyi di atas deretan toko kawasan Eminönü, jadi banyak orang yang hampir kelewatan.
Ukurannya memang lebih kecil, tapi detailnya luar biasa. Masjid ini dibangun pada 1563 oleh arsitek legendaris Ottoman, Mimar Sinan, atas perintah Rüstem Pasha. Yang bikin terpukau adalah ubin Iznik bermotif bunga warna biru, hijau, dan merah yang menghiasi hampir seluruh dindingnya.
Warna merah Iznik di masjid ini bahkan dikenal sebagai salah satu yang paling sulit dibuat pada zamannya. Detail kecil seperti gagang pintu berlapis mutiara menambah kesan mewah tanpa terasa berlebihan.
Ketiga, tentu saja Sultan Ahmed Mosque, yang lebih populer dengan sebutan Blue Mosque. Enam menaranya langsung bikin orang menoleh, apalagi dengan kubah bertingkat yang tampak dramatis dari kejauhan.
Dibangun pada awal abad ke-17 atas perintah Sultan Ahmet I, masjid ini jadi salah satu ikon utama Istanbul. Julukan “Blue Mosque” muncul karena ribuan ubin Iznik berwarna biru yang mendominasi bagian dalamnya.
Cahaya matahari yang masuk lewat jendela-jendela melengkung bikin ruang sholat utama terasa magis. Meski disebut Masjid Biru, warna eksteriornya justru cenderung abu-abu lembut. Kapasitasnya pun besar, bisa menampung sekitar 10 ribu jemaah.
Keempat, ada Hagia Sophia yang kisahnya panjang dan penuh perubahan. Bangunan ini pertama kali berdiri pada tahun 537 sebagai gereja Bizantium di masa Kaisar Justinian.
Setelah penaklukan Konstantinopel oleh Mehmed II, bangunan ini diubah menjadi masjid. Lalu sempat menjadi museum pada 1935, sebelum akhirnya kembali difungsikan sebagai masjid pada 2020.
Yang bikin takjub, perpaduan elemen Kristen dan Islam masih terlihat jelas. Mozaik Bunda Maria berdampingan dengan kaligrafi Allah dan Muhammad. Kubah besarnya terasa seperti melayang, apalagi saat cahaya alami menyusup masuk dari berbagai sisi.
Untuk wisatawan, ada area khusus yang bisa diakses dengan tiket, sementara jemaah sholat punya jalur terpisah. Setiap Jumat siang, kunjungan wisata biasanya dibatasi sementara karena pelaksanaan ibadah.
Terakhir, ada Bursa Grand Mosque atau yang dikenal sebagai Ulu Cami di Bursa. Masjid ini punya ciri yang beda dari yang lain: 20 kubah besar yang menutupi bangunan utamanya.
Dibangun pada akhir abad ke-14 oleh Sultan Yıldırım Bayezid, masjid ini jadi contoh paling megah dari arsitektur multi-kubah Ottoman. Konon, awalnya sang sultan ingin membangun 20 masjid, tapi akhirnya diwujudkan dalam satu bangunan dengan 20 kubah sekaligus.
Interiornya dihiasi 129 kaligrafi indah, termasuk 99 Asmaul Husna yang ditulis dengan gaya celi sulus dan kufi. Mimbar kayunya dibuat dengan teknik “kundekari” tanpa paku, benar-benar karya seni yang detailnya bikin terpana.
Di bawah salah satu kubah tengahnya bahkan ada air mancur wudu dengan 16 sisi, memberi suasana unik yang jarang ditemukan di masjid lain. Ulu Cami biasanya terbuka dari pagi sampai malam, dan tiket masuknya gratis.
Lima masjid ini bukan cuma indah secara visual, tapi juga menyimpan lapisan sejarah yang dalam. Datang ke sana rasanya seperti berjalan di antara cerita-cerita besar yang membentuk wajah Turki hari ini. Jadi, kalau bikin bucket list ke Turki, pastikan nama-nama ini masuk di dalamnya. (*)


