Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kota Lama Paling Laris Selama Libur Nataru, Gratisan Memang Juara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kota Lama Paling Laris Selama Libur Nataru, Gratisan Memang Juara

Libur Natal dan Tahun Baru boleh berlalu, tapi cerita wisatanya masih rame dibahas. Di Jateng, peta destinasi favorit agak geser. Pemandian Guci pelan-pelan turun panggung, sementara Kota Lama Semarang makin nyaman di singgasana primadona. Alasannya simpel tapi ampuh: gratis, estetik, dan gampang buat foto-foto.

T. Budianto
Last updated: Januari 2, 2026 10:10 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Kawasan Kota Lama Semarang. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kawasan Kota Lama Semarang kembali membuktikan diri sebagai magnet wisata paling kuat di Jawa Tengah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sepanjang periode liburan, jumlah kunjungan ke Kota Lama tembus 461 ribu wisatawan, tertinggi se-Jateng.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Masrofi menyebut, total kunjungan wisata di Jawa Tengah selama libur Nataru 2025-2026 mencapai 3,89 juta orang.

“Terhitung dari 20 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026, jumlahnya 3,89 juta wisatawan,” kata Masrofi di Kantor Disporapar Jateng, Kamis (2/1/2026). Jumlah tersebut naik 1,89 persen dibanding periode libur Nataru tahun sebelumnya yang berada di angka 3,82 juta kunjungan.

Meski ada imbauan tidak merayakan malam tahun baru dengan pesta kembang api, keramaian tetap terasa, terutama di kawasan Simpang Lima yang dipadati warga dalam kegiatan doa lintas agama.

Masrofi mengungkapkan, daerah tujuan wisata paling ramai selama Nataru masih didominasi wilayah-wilayah favorit lama. Di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Klaten, Demak, Rembang, dan Kota Surakarta.

Baca juga: Wisatawan Jateng Udah Lumayan, Tembus 53 Juta, tapi…

Untuk destinasi favorit, Kota Lama Semarang berada di posisi teratas dengan 461 ribu kunjungan. Disusul Masjid Agung Demak sebanyak 298 ribu wisatawan dan Makam Sunan Kalijaga dengan 272 ribu kunjungan.

Destinasi lain yang juga ramai antara lain Candi Prambanan (232 ribu), Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (167 ribu), Candi Borobudur (146 ribu), Kawasan Dieng (136 ribu), Pantai Karang Jahe (111 ribu), Lawang Sewu (108 ribu), dan Owabong (113 ribu).

Menurut Masrofi, tren wisata tahun ini menunjukkan minat masyarakat lebih condong ke wisata sejarah dan religi, lalu disusul wisata alam. Hingga akhir libur akhir pekan, jumlah wisatawan diperkirakan masih bisa naik hingga 4,3-4,5 juta kunjungan.

“Kota Lama itu favorit karena tidak berbayar. Orang bisa datang, foto-foto di jalan, depan gedung kuno, lalu lanjut kulineran,” jelasnya.

Turun Peringkat

Sementara itu, objek wisata Guci yang tahun lalu masuk 10 besar destinasi terpopuler, kini harus rela turun peringkat. Namun Masrofi menegaskan penurunan tersebut tidak signifikan dan bukan karena dampak banjir bandang.

“Yang terdampak parah itu Pancuran 13. Pancuran 5 sudah aman. Guci tidak ditutup total,” katanya. Menurutnya, Guci kemungkinan hanya tergeser ke peringkat 11 atau 12 karena destinasi lain justru mengalami lonjakan kunjungan.

Di sisi lain, Benteng Fort Willem di Ambarawa mulai mencuri perhatian sebagai destinasi baru. Pemprov Jateng disebut tengah gencar mempromosikan benteng peninggalan kolonial Belanda terbesar di Jawa itu.

“Benteng Fort Willem ini kita blow up terus promosinya. Lokasinya strategis di jalur Rawa Pening dan kelihatan langsung dari jalan,” ujarnya. Masrofi menilai, berwisata kini sudah bergeser jadi kebutuhan primer bagi masyarakat.

Baca juga: Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

Banyak keluarga muda yang sengaja menyisihkan uang untuk liburan, meski pilihannya disesuaikan dengan kondisi keuangan. “Wisata sekarang sudah jadi kebutuhan utama. Mau dekat, mau dalam kota, yang penting bisa jalan,” katanya.

Di tengah naiknya biaya hidup, Kota Lama mengajarkan satu hal sederhana: kadang destinasi paling ramai bukan yang paling mahal, tapi yang gratis, estetik, dan ramah kamera ponsel. (tebe)

You Might Also Like

Yusril Ungkap Prabowo Perintah Gibran Berkantor di Papua, Juru Bicara OPM Langsung Merespons

Revisi UU BUMN: Direksi & Komisaris Harus Bisa Diaudit KPK dan BPK

Desa Tersono Batang Naik Level: Sampah Jadi Berkah, Gubernur Jateng Kasih Jempol

Wali Kota Agustina Gowes Sambil Tinjau Penataan Kawasan Kota Lama dan Sungai Semarang

Pertina Jateng Siapkan SDM Andal Jelang Porprov 2026

TAGGED:disporaparheadlinekota lama semarangpemprov jatengwisata jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Awal Tahun, 26 Ribu Calon Haji Jateng Sudah Beresin Bipih
Next Article ASN Semarang Diminta Nggak Cuma Sibuk, Tapi Berdampak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tragedi Kaca Transparan

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, memberi pemaparan tentang fungsi eksekutif anak.

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kejaksaan Agung dalami kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Kasus ini menyeret mantan Mendikbud Nadiem dan pejabat lain, dengan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun. Foto: dok.
Hukum

Barisan Menteri Era Jokowi yang Terseret Korupsi, Siapa Lagi Menyusul?

September 6, 2025
Olahraga

Bukan Kaleng-Kaleng! Ini 5 Atlet Indonesia Paling Ngebut di 2025

Januari 1, 2026
Mantan Dirut ASDP, Ira Puspadewi.
Hukum

Prabowo Rehabilitasi Ira Puspadewi, Status Terpidana Resmi Gugur

November 26, 2025
Info

Lagi Cari Jodoh: Tiga Orang Utan Jantan Semarang Zoo Masih Jomblo

Januari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kota Lama Paling Laris Selama Libur Nataru, Gratisan Memang Juara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?