BACAAJA, SEMARANG- Kawasan Kota Lama Semarang makin mantap jadi magnet wisata saat libur Lebaran 2026. Data terbaru nunjukin, jumlah wisatawan domestik yang datang tembus 222.856 orang dalam periode H-7 sampai H+4 Lebaran (13-25 Maret 2026).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bilang, angka ini naik sekitar 24,72 persen dibanding tahun lalu yang “cuma” 178 ribuan pengunjung. Lonjakan ini jadi sinyal kalau Semarang makin naik kelas jadi kota destinasi wisata, bukan sekadar tempat lewat.
Baca juga: Soal Pengelolaan Kota Lama: “Si Doel” Belajar ke Semarang
“Pertumbuhan ini bukti kalau Kota Semarang sekarang sudah bertransformasi jadi kota tujuan wisata,” jelasnya. Nggak cuma ramai dikunjungi, wisatawan juga betah. Itu kelihatan dari tingkat okupansi hotel yang nyaris tembus 100 persen. Bahkan, di hari kedua Lebaran, angkanya mencapai 95,53 persen, tertinggi di Jateng.
Artinya? Banyak yang nggak cuma datang, foto-foto, terus cabut. Tapi benar-benar stay, nikmatin suasana, dan “hidup” di Semarang selama liburan. Meski begitu, lonjakan ini juga bawa PR. Mulai dari kepadatan pengunjung sampai urusan parkir di beberapa titik yang masih bikin “deg-degan”. Pemkot pun nggak tutup mata soal ini.
Evaluasi Utama
“Kepadatan dan parkir jadi evaluasi utama. Ke depan, distribusi wisata harus lebih merata,” lanjut Agustina. Selain itu, faktor cuaca juga jadi perhatian. Pemkot berencana memperketat SOP mitigasi, termasuk nambah fasilitas peneduh di destinasi outdoor biar pengunjung tetap nyaman.
Biar hype-nya nggak cuma musiman, Pemkot Semarang juga sudah nyiapin strategi lanjutan. Mulai dari revitalisasi kawasan, bikin event rutin, sampai ngembangin konsep wisata berbasis pengalaman, kayak festival kuliner dan atraksi komunitas.
Baca juga: Kota Lama Paling Laris Selama Libur Nataru, Gratisan Memang Juara
Agustina juga menekankan satu hal penting: pariwisata nggak bisa jalan sendiri. Harus ada kerja bareng antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Keramahan dan pelayanan itu kunci. Infrastruktur bagus aja nggak cukup kalau nggak dibarengi sikap yang welcoming,” tegasnya.
Kota Lama sekarang bukan cuma tempat nostalgia bangunan tua, tapi sudah naik level jadi “spot rebutan” liburan. Tantangannya tinggal satu: jangan sampai yang datang makin banyak, tapi parkir tetap jadi plot twist yang nggak pernah selesai. Karena ya… liburan seru itu penting, tapi nemu parkiran kadang jauh lebih menentukan mood. (tebe)


