BACAAJA, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin. Sosok ulama senior ini memutuskan mundur dari jabatan Ketua Dewan Syuro PKB, sebuah posisi strategis yang selama ini lekat dengan perjalanannya di dunia politik dan keulamaan.
Informasi pengunduran diri itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Menurut Cak Imin, keputusan Ma’ruf Amin sebenarnya sudah disampaikan sejak beberapa waktu lalu, bukan keputusan mendadak.
Ma’ruf Amin disebut memilih jalan uzlah. Ia tak lagi terlibat dalam aktivitas struktural, baik di PKB maupun di Majelis Ulama Indonesia. Meski begitu, komunikasi dan dukungan moral terhadap PKB tetap terjaga.
Pengunduran diri tersebut sudah ditindaklanjuti di internal partai. Namun untuk langkah selanjutnya, PKB menyerahkan sepenuhnya kepada para kiai yang menjadi pilar utama pengambilan keputusan di tubuh partai.
Tak hanya di PKB, Ma’ruf Amin juga lebih dulu melepas jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia. Keputusan ini disampaikan secara resmi melalui MUI dan menjadi bagian dari langkah besar untuk benar-benar menepi dari jabatan struktural.
Dalam surat pengunduran dirinya, Ma’ruf Amin menyebut faktor usia sebagai alasan utama. Ia merasa masa pengabdian yang panjang sudah cukup dan kini saatnya memberi ruang bagi generasi yang lebih muda.
Ia menegaskan keinginannya untuk beristirahat dan tidak lagi berada di garis depan organisasi. Regenerasi, menurutnya, menjadi hal penting agar estafet kepemimpinan terus berjalan.
Langkah ini pun dibaca banyak pihak sebagai simbol transisi. Seorang tokoh besar memilih mundur dengan tenang, tanpa gaduh, sambil memberi jalan bagi kader-kader baru.
Meski tak lagi memegang jabatan resmi, pengaruh Ma’ruf Amin diyakini masih terasa. Sikapnya yang memilih menepi justru memperlihatkan pesan kuat soal keteladanan dan kebijaksanaan di akhir pengabdian. (*)


