BACAAJA, TEMANGGUNG – Suasana berbeda terasa di Pendopo Pengayoman, rumah dinas Bupati Temanggung, Selasa (24/2/2026). Buka puasa bersama perdana Ramadan tahun ini ternyata bukan bareng pejabat atau tamu VIP, tapi bersama komunitas disabilitas.
Sekitar 50 orang dari berbagai organisasi disabilitas diundang langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan. Mulai dari PPDI, Tuli Temanggung Bersenyum, Pertuni, PPDFI, Rumah Anak Spesial, sampai atlet dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Temanggung ikut hadir.
Bagi Agus, momen ini bukan sekadar buka puasa bareng. Ada pesan yang ingin ia sampaikan sejak awal.
Bacaaja: Atlet NPC Solo Panen 15 Medali di ASEAN Para Games Tailan, Respati Siapkan Fasilitas Khusus
Bacaaja: Cara Unik Bupati Temanggung Ingatkan Pentingnya Pemerataan Layanan Kesehatan, Bikin Haru!
“Sore hari ini sangat istimewa bagi saya pribadi. Karena buka puasa pertama Ramadan di rumah dinas ini bersama jenengan semua,” kata Agus di hadapan para tamu.
Didampingi istrinya, Panca Dewi, serta sejumlah kepala dinas, Agus terlihat banyak berbincang dengan para tamu. Suasananya santai, hangat, dan jauh dari kesan acara formal.
Di momen itu, perhatian khusus diberikan kepada tiga atlet Temanggung yang baru saja mengharumkan nama Indonesia di ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Tailad pada Januari lalu.
Tiga atlet tersebut adalah Farah Yumna Budiarti (para catur), Zulaikha (para cycling), dan Nur Ikhsan (goalball).
Bupati Agus bahkan menyebut mereka sebagai pahlawan.
“Mbak Farah, Zulaikha, dan Nur Ikhsan adalah pahlawan. Prestasi ini sangat menginspirasi. Keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa,” ujarnya.
Dan memang, capaian mereka tidak main-main. Farah Yumna Budiarti tampil luar biasa di cabang para catur. Ia membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perak dari berbagai nomor pertandingan.
Sementara itu, Zulaikha menyumbang tiga medali perunggu dari cabang para cycling nomor track. Sedangkan Nur Ikhsan bersama tim goalball putra berhasil meraih medali perak.
Atlet difabel ungkapkan harapan
Di balik deretan medali itu, para atlet tetap punya harapan besar. Salah satunya datang dari Farah Yumna Budiarti.
Ia berharap perhatian terhadap atlet disabilitas di Temanggung bisa terus ditingkatkan, terutama dalam hal pembinaan dan regenerasi.
“Semoga dari Temanggung nanti muncul bibit-bibit baru yang bisa ikut berprestasi dan mendulang medali emas,” kata Farah.
Momentum buka puasa ini pun terasa lebih dari sekadar acara Ramadan. Ada cerita tentang perjuangan, ketekunan, dan bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Di Pendopo Pengayoman sore itu, para atlet disabilitas Temanggung menunjukkan satu hal yang jelas: prestasi bisa lahir dari siapa saja, selama kesempatan dan dukungan tetap terbuka. (*)


