BACAAJA, SEMARANG- Suasana halalbihalal yang digelar Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo di Lapangan SMP 14 Palebon, Pedurungan, Selasa (7/4/2026) malam sempat berubah tegang.
Dua orang peserta yang diketahui merupakan kader partai terlihat adu mulut panas hingga nyaris baku hantam. Situasi sempat bikin panik, apalagi kejadian berlangsung saat Rahmulyo sedang memberikan sambutan di atas panggung.
Sebagai tuan rumah, Rahmulyo langsung bereaksi keras. “Diam, kalian bisa diam tidak!” teriaknya dari atas panggung. Petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama kader lain langsung turun tangan melerai. Ketegangan pun sempat mereda, tapi suasana masih terasa canggung.
Baca juga: Catat Tanggalnya! Dapur Marhaen PDIP Rutin Digelar Tiap Tanggal 10 Serempak di Jateng
Eh, belum juga orang-orang selesai mencerna kejadian, tiba-tiba suasana berubah 180 derajat. Lagu “Selamat Ulang Tahun” dari band Jamrud mendadak mengalun.
Seorang kader muncul sambil membawa tumpukan kue donat dengan lilin menyala ke atas panggung. Penonton yang tadinya tegang langsung pecah jadi tepuk tangan.
Ternyata, “kericuhan” tadi cuma bagian dari skenario panitia, alias prank buat merayakan ulang tahun ke-53 Rahmulyo. “Mohon maaf bapak, ibu… Ini ide dari kader yang tiap tahun gagal nge-prank saya. Akhirnya mereka sepakat bikin kejutan di acara ini,” ujar Rahmulyo sambil tersenyum.
Ajang Komunikasi
Setelah momen prank itu, acara kembali berjalan normal. Dalam sambutannya, Rahmulyo menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal ini juga jadi ajang komunikasi langsung antara dirinya sebagai wakil rakyat dengan masyarakat.
Ia menggandeng Gus Huda dari Ponpes Santri Ndalan Nusantara (Sandal) dalam kegiatan tersebut, sekaligus memperkuat nuansa kebersamaan. Rahmulyo juga menyinggung soal Rumah Sehat yang ia dirikan di kawasan Palebon. Setiap hari, fasilitas itu melayani sekitar 50 warga untuk berobat, lengkap dengan dokter, perawat, dan apoteker.
Baca juga: Dapur Marhaen: Cara PDIP Jateng Kasih Makan Siang dan Cek Kesehatan Gratis untuk Rakyat
“Selama lima tahun, monggo kami direpotkan. Kalau ada aspirasi, silakan disampaikan,” ucapnya. Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, termasuk Ketua DPC PDIP Kota Semarang Endro Dwi Cahyono, anggota DPRD dari PDIP seperti Rr Maria Tri Mangesti dan Dyah Ratna Harimurti. Turut hadir pada acara tersebut, Camat Pedurungan, Nurul Hidayati, serta sejumlah tokoh masyarakat dan agama setempat.
Kadang yang kelihatan paling serius belum tentu beneran serius, dan yang terlihat ribut, bisa jadi cuma setting-an. Di dunia politik, drama dan kejutan memang sering jalan bareng. Bedanya, yang ini ujungnya tiup lilin… bukan saling serang. (tebe)


