BACAAJA, KARANGANYAR – Peluang kerja di luar negeri di depan mata, gaes. Ya, sebenarnya ada banyak peluang kerja di luar negeri dengan gaji puluhan juta rupiah per bulan.
Tiga orang kandidat driver bus profesional yang telah lulus program Japan Indonesia Driving School (JIDS) diberangkatkan ke Jepang, kemarin.
Program JIDS ini terselenggara atas kerja sama LPK Hiro, Karanganyar dan LPK Kamisora di Boyolali.
Tiga orang yang berangkat ke Jepang itu Bagus Endra Wardana yang berasal dari Yogyakarta, Sarman Purwanto (Lampung Timur), dan Mahatmi Rismayanti (Malang).
Nama terakhir adalah perempuan lho ya. Memang, program ini tak terbatas untuk calon driver pria saja.
Setidanya di Jepang, mereka langsung disambut direksi erusahaan transportasi Tokyu Bus Corporation, yang berbasis di Higashiyama, Meguro-ku, Tokyo -perusahaan bus tempat mereka nantinya bekerja.
Direktur JIDS dan LPK Hiro -di bawah naungan PT Hiro Sejahtera Bersama- Bowo Kristanto mengatakan, kandidat driver bus profesional yang diberangkatkan ke Jepang telah melalaui tahapan seleksi ketat.
Ya kali asal-asalan diterima. Kan pasti enggak ya.
Selain harus mahir mengemudi, calon kandidat driver bus profesional yang akan dikirim ke Negeri Sakura juga harus lulus tes tertulis untuk memperoleh SIM di Jepang.
“Jadi, selain harus mahir mengemudi untuk lolos ujian praktik, mereka juga harus lolos tes tertulis, sebagai syarat memperoleh SIM di Jepang. Setelah dapat SIM, mereka baru bisa bekerja,” ujar Bowo, dalam keterangannya, Kamis (18/9/2025).
Ia menegaskan, LPK Hiro dan LPK Kamisora bekerja sama dengan LPK mitra di berbagai daerah untuk menyukseskan program JIDS ini.
“Terbukti, kami telah berhasil mengirimkan banyak driver bus profesional ke Jepang. Sebelumnya, sejumlah driver telah bekerja di Meitetsu Bus, Osaka Bus, dan kali ini Tokyu Bus,” bebernya.
Kata dia, kebutuhan tenaga kerja sopir di Jepang cukup tinggi, dalam setahun membutuhkan sekitar 10.000 driver.
Untuk menyambut peluang itu, JIDS telah menjalin komunikasi dengan Japan Association Bus dan Tokyo Association Bus, di mana satu asosiasi itu terdiri dari 200 perusahaan otobus di Jepang.
Sementara, pimpinan LPK Kamisora sekaligus koordinator LPK mitra, Yudo Setiawan, menyebut LPK mitra yang berada di sejumlah daerah akan terus membuka kelas pelatihan, baik putra maupun putri dengan rentang usia 22 tahun-40 tahun.
Disebutkan, LPK Kamisora berada di Boyolali, sementara sejumlah LPK mitra yang berada di bawah koordinasinya antara lain, LPK Manabu (Ambarawa), LPK Siapindo (Kebumen), LPK Ibaraki (Klaten), LPK Zai dan LPK Satomi (Cilacap), LPK Tanaka (Batang), dan LPK Hinata (Pati).
“Pendidikan dasar dilaksanakan di LPK mitra yang ada di daerah-daerah tersebut, nantinya jika siswa sudah dirasa mampu dan siap, maka pelatihan intensif selanjutnya akan dipusatkan di JIDS Karanganyar,” paparnya.
Hingga kini, total 10 orang driver bus profesional yang dikirimkan ke Jepang melalui progam JIDS. Rincianna, Meitetsu Bus di Nagoya tiga orang, Osaka Bus di Osaka empat orang, dan Tokyu Bus di Tokyo tiga orang.
“Peluang untuk bekerja di Jepang sebagai driver profesional masih sangat terbuka,” pungkasnya. (*)


