BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang bakal menjamu Kendal Tornado FC di Stadion Jatidiri dalam laga lanjutan Liga 2 Championship 2025/2026, Jumat (30/1/2026). Sejak jadwal diumumkan, laga ini sudah diprediksi berjalan panas sejak peluit awal.
Kendal Tornado FC datang dengan kewaspadaan penuh. Bukan tanpa sebab, PSIS sekarang bukan versi lama. Sejak ditangani pelatih anyar Jafri Sastra, performa Mahesa Jenar disebut mengalami peningkatan signifikan, lebih rapi, lebih solid, dan lebih percaya diri.
Pengakuan itu datang langsung dari pelatih kepala Kendal Tornado FC, Stefan Rulin Kelches, Kamis (29/1/2026). Menurut Stefan, PSIS yang akan dihadapi besok adalah tim yang jauh lebih matang dibanding pertemuan di putaran pertama. Kombinasi pengalaman pelatih baru dan komposisi pemain membuat tekanan laga kali ini terasa berbeda.
“Tekanan pertandingan jelas beda. Tensinya juga beda. PSIS punya suporter besar, fanatisme tinggi, pelatih baru, dan materi pemain yang kuat,” ujar Stefan dalam konferensi pers di Stadion Jatidiri, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin
Apalagi, PSIS sedang berada di jalur positif. Hasil-hasil meyakinkan di beberapa laga terakhir bikin kepercayaan diri tuan rumah naik. Tapi hal itu tak lantas bikin Kendal Tornado FC ciut nyali.
“Mereka memang punya skuad baru dan hasil positif. Tapi kami juga tidak kalah percaya diri,” tegasnya. Rasa pede Kendal Tornado FC bukan sekadar modal omongan. Dari delapan laga terakhir, tim asal Kendal ini sukses meraih poin di enam pertandingan. Dua kekalahan tetap ada, tapi Stefan menilai capaian itu wajar, mengingat mayoritas pemainnya masih muda.
Tantangan Berbeda
“Enam dari delapan laga kami bisa ambil poin. Itu bukan hasil buruk, apalagi ini musim pertama kami mencicipi atmosfer Liga 2,” jelasnya. Stefan juga menyinggung kerasnya persaingan di Grup Timur Liga 2. Setiap laga disebut punya tantangan berbeda dan menuntut mental kuat, terutama bagi pemain muda.
“Grup Timur itu keras. Tapi justru di situ anak-anak belajar. Kami terus evaluasi, bicara dari hati ke hati dengan pemain, supaya besok bisa tampil maksimal,” katanya.
Menariknya, bermain di Stadion Jatidiri justru dianggap keuntungan tersendiri bagi Kendal Tornado FC. Stadion ini pernah jadi home base mereka, sehingga kondisi lapangan bukan hal asing.
“Kami sudah tahu kualitas lapangan di sini. Panjang, lebar, semuanya. Jadi tidak ada alasan tidak kenal lapangan. Itu keuntungan buat kami,” ungkap Stefan.
Baca juga: COO PSIS: Enam Poin Harga Mati
Laga ini juga punya nilai emosional bagi sang pelatih. Ia mengaku sudah lama tak merasakan atmosfer Jatidiri yang dikenal bergemuruh oleh dukungan suporter PSIS.
“Untuk saya pribadi, ini juga keuntungan. Sudah lama saya tidak merasakan atmosfer Jatidiri. Besok saya ingin membawa suasana itu ke permainan Kendal Tornado FC,” pungkasnya.
Jadi, laga yang bakal mentas Jumat, (30/1/2026) di Jatidiri bukan cuma soal rumput dan tribun. Ini soal siapa yang kuat menahan tekanan, siapa yang goyah oleh sorak. Karena di Liga 2, kadang yang kalah bukan yang lemah strategi, tapi yang kalah mental duluan. (tebe)


