BACAAJA, JAKARTA- PT Jasa Marga (Persero) Tbk lewat anak usahanya, PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) resmi mengamankan kredit sindikasi jumbo senilai Rp17,92 triliun. Dana ini bakal jadi “bensin utama” buat ngebut pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang total nilai investasinya tembus Rp25,61 triliun.
Pembiayaan ini datang dari konsorsium bank dan lembaga keuangan besar seperti Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), dan PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai pengatur utama. Sementara Maybank Indonesia dan Bank BPD DIY ikut jadi pendukung dalam sindikasi ini.
Baca juga: Antisipasi Macet, Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret
Kesepakatan kredit ini diteken di kantor pusat Jasa Marga di Jakarta, Selasa (17/3/2026), dihadiri jajaran direksi dan para stakeholder proyek.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono menyebut, kepercayaan dari para kreditur jadi modal penting buat mempercepat proyek strategis ini. “Ini jadi fondasi penting untuk mempercepat pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen yang punya dampak besar bagi konektivitas dan ekonomi wilayah,” ujarnya.
Cukup Panjang
Hal senada disampaikan Direktur Utama JJB, AJ Dwi Winarsa. Ia menyebut proses menuju tahap ini cukup panjang, tapi akhirnya bisa tuntas dengan lancar berkat kolaborasi banyak pihak.
Tol Yogyakarta-Bawen sendiri punya panjang total 75,12 km dan dibagi dalam enam seksi. Jalur ini bakal menghubungkan kawasan strategis mulai dari Sleman, Borobudur, Magelang, Temanggung, Ambarawa, hingga Bawen.
Kabar baiknya, salah satu ruas yakni Seksi 6 Ambarawa-Bawen sudah difungsionalkan untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. Kalau proyek ini rampung, perjalanan dari Jogja ke Semarang bakal jauh lebih cepat dan efisien.
Baca juga: Tol Klaten-Prambanan Resmi Dibuka, Bupati Dorong Lonjakan Wisatawan
Distribusi logistik juga makin lancar, plus bonusnya: dorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di sepanjang jalur. Selain itu, tol ini juga jadi alternatif penting buat mengurai kemacetan di jalur arteri, terutama di kawasan Bawen yang selama ini dikenal cukup padat.
Dengan dana triliunan sudah di tangan, tinggal nunggu realisasi di lapangan. Semoga nanti yang ngebut bukan cuma proyeknya, tapi juga waktu tempuhnya, bukan biaya tolnya. (tebe)


