BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng lagi “switch mode” nih. Lewat Surat Edaran Nomor B/000.8.3/3/2026 yang diteken 1 April 2026, budaya kerja ASN resmi dirombak. Tujuannya simpel: efisiensi energi, tapi tanpa bikin layanan ke masyarakat ikut kendor.
Salah satu yang paling kerasa, Jumat jadi hari agak beda. Sebagian ASN bisa Work From Home (WFH), sementara yang tetap masuk kantor diarahkan buat aktivitas yang lebih “sehat vibes”, kayak gowes atau jalan kaki ke kantor.
Nggak cuma itu, urusan dinas luar juga ikut direm. Perjalanan dinas dalam negeri dipangkas sampai 50 persen, sementara yang luar negeri lebih drastis lagi, sampai 70 persen. Intinya: kalau bisa online, kenapa harus jalan?
Baca juga: WFH Seminggu Sekali? Pengusaha Bilang Jangan Disamaratakan Dulu
Rapat-rapat juga mulai shifting ke mode hybrid. Offline boleh, tapi online tetap jadi andalan. Teknologi dimaksimalkan biar nggak boros energi dan waktu. Soal kendaraan, ASN juga diajak lebih “ramah bumi”.
Pemakaian mobil dinas dibatasi, maksimal 50 persen. Sebagai gantinya, mereka didorong pakai kendaraan listrik, transportasi umum, sepeda, atau bahkan jalan kaki kalau jaraknya masih masuk akal.
Di dalam kantor, aturan hemat energi juga makin ketat. Lampu dan AC nggak boleh nyala sembarangan. Suhu AC disetel di kisaran 24-26 derajat, dan kalau ruangan ditinggal lebih dari dua jam, ya wajib dimatiin. Air juga dipakai secukupnya, nggak boleh boros.
Soal Mindset
Sekda Jateng, Sumarno bilang, kalau perubahan ini bukan cuma soal aturan, tapi soal mindset. ASN didorong buat kerja lebih efisien, nggak harus selalu pindah tempat, dan lebih memanfaatkan sistem daring.
“Kalau bisa jalan kaki atau naik sepeda, kenapa harus pakai kendaraan bermotor? Kalau jauh, ya bareng-bareng saja,” ujarnya santai. Menariknya lagi, Pemprov juga lagi nyiapin aturan tambahan soal “Hari Krida” di hari Jumat. Jadi, buat ASN yang tetap WFO, aktivitas ke kantor bisa sekalian jadi olahraga. Lumayan, kerja sambil jaga kesehatan.
Meski begitu, nggak semua ASN bisa ikut WFH. Layanan publik kayak rumah sakit atau Samsat tetap harus jalan normal. Pejabat eselon atas juga tetap wajib ngantor.
Baca juga: ASN WFH Tiap Jumat? Santai di Rumah Boleh, Tapi Jangan “Ngilang”!
Soal berapa banyak ASN yang bakal WFH tiap Jumat, belum ada angka pasti. Semua diserahkan ke masing-masing OPD, karena kebutuhan dan karakter kerjanya beda-beda. Yang jelas, Pemprov Jateng berharap pola kerja baru ini tetap bikin pelayanan publik jalan, tapi dengan cara yang lebih hemat energi dan efisien.
Di tengah ajakan hemat energi, ASN kini ditantang bukan cuma pintar kerja, tapi juga pintar milih: nyalain AC atau tahan gerah, naik mobil atau mulai gowes. Karena ternyata, perubahan besar kadang dimulai dari hal sesederhana… mematikan lampu sebelum pulang. (tebe)


