BACAAJA, JEPARA- Bencana tanah longsor kembali menghantam Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jateng. Akibatnya, akses utama di ruas Jalan Damarwulan-Tempur kini tertutup total dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, tepatnya di jalur setelah tanjakan Leki. Longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari terakhir, ditambah kondisi tanah yang memang sudah labil.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan, longsoran berasal dari tebing setinggi sekitar 100 meter dengan lebar sekitar tiga meter. Material tanah dan bebatuan langsung menutup seluruh badan jalan, bahkan merusak sebagian ruas utama.
Imbasnya, akses vital penghubung Desa Damarwulan ke Tempur lumpuh total. Demi keamanan, jalur tersebut ditutup sementara karena masih berpotensi terjadi longsor susulan.
Baca juga: Pemkab Jepara Minta Bantuan Pusat Keruk Sungai
Sebagai solusi darurat, warga diarahkan lewat jalur alternatif Kaliombo-Rimong via Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Tapi jangan bayangin jalur ini mulus, karena kondisinya sempit, penuh tikungan tajam, dan jelas bikin waktu tempuh makin panjang.
Tim BPBD bersama instansi terkait sudah turun tangan. Mulai dari asesmen lokasi, koordinasi lintas pihak, sampai pengerahan sumber daya darurat sudah dilakukan. Namun, satu kebutuhan krusial masih jadi kunci: alat berat untuk membersihkan material longsor secepatnya.
Kejadian Susulan
Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto menegaskan, longsor ini merupakan kejadian susulan dari bencana sebelumnya pada 10 Maret 2026. Artinya, kondisi tanah di lokasi masih belum stabil dan rawan bergerak lagi.
Petugas bersama warga juga sudah mengecek area atas tebing guna memastikan keamanan sebelum alat berat diturunkan. Sementara itu, koordinasi dengan wilayah sekitar juga dilakukan untuk memaksimalkan jalur alternatif.
Bahkan, muncul usulan agar Pemkab Pati ikut turun tangan memperlebar jalur Rimong-Kaliombo yang selama ini dikenal sempit dan cukup rawan, terutama di tikungan ekstrem.
Baca juga: Satu Desa di Jepara Terisolasi, Longsor Brutal Tutup Total Jalur Kajang–Tempur
Relawan setempat pun dilibatkan untuk membantu pengamanan di titik-titik rawan, terutama di jalur alternatif yang hanya bisa dilewati satu kendaraan di beberapa bagian.
Meski cuaca Jumat pagi terpantau cerah, masyarakat tetap diminta waspada. Kondisi tanah yang masih labil membuat potensi longsor susulan belum sepenuhnya hilang.
Di saat jalan lain mulai mulus buat mudik dan balik kerja, di sini justru jalannya “hilang” duluan. Kadang yang bikin perjalanan bukan cuma soal macet atau jauh, tapi apakah jalannya masih ada atau sudah berubah jadi bukit dadakan. (tebe)


