BACAAJA, SEMARANG- Jelang rangkaian ibadah Paskah, pengamanan gereja di Jateng makin diperketat. Polda Jateng bareng jajaran polres kompak melakukan sterilisasi di berbagai gereja demi memastikan umat Kristiani bisa beribadah dengan nyaman.
Di Kota Semarang, aksi ini digarap oleh Polrestabes dengan melibatkan Unit K9 dan tim Gegana Brimob. Penyisiran dilakukan all out, mulai dari gereja sampai area sekitarnya, nggak ada sudut yang luput dari pengecekan.
Baca juga: Puluhan Anak Jateng Terpapar Konten Ideologi Kekerasan, Kapolda Bentuk Tim Khusus
Anjing pelacak diturunkan buat mendeteksi benda mencurigakan. Sementara personel lain ngecek titik-titik rawan yang berpotensi jadi sumber gangguan keamanan. Langkah ini bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari upaya preventif biar ibadah tetap berjalan aman tanpa gangguan yang nggak diinginkan.
Nggak cuma di Semarang, sterilisasi juga digelar serentak di 35 polres se-Jateng. Tim Gegana dari masing-masing wilayah ikut turun, bareng stakeholder dan pengurus gereja setempat. Intinya: semua pihak diajak kolaborasi biar suasana tetap kondusif.
Enam Tim
Total ada enam tim Gegana dari Satbrimob Polda Jateng yang diterjunkan ke berbagai daerah, masing-masing dipimpin perwira yang bertanggung jawab di wilayahnya. Setiap tim berisi sekitar 15 personel yang fokus menyisir kemungkinan adanya bahan peledak, zat kimia berbahaya, atau benda mencurigakan lainnya.
Sejumlah gereja jadi prioritas sterilisasi, mulai dari Gereja Santa Maria, HKGB, Santo Yusuf Mertoyudan, hingga gereja-gereja di Semarang, Pati, dan Magelang.
Baca juga: Libur Nataru, Polda Jateng Kerahkan 28 Ribu Personel
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan langkah ini penting buat menjamin rasa aman jemaat. “Harapannya, umat bisa beribadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan,” ujarnya.
Ia juga ngajak masyarakat buat ikut andil menjaga keamanan lingkungan. Kalau ada hal mencurigakan, diminta langsung dilaporkan.
Ibadah sudah dijaga super ketat, dari K9 sampai Gegana ikut turun. Tinggal satu yang kadang susah disterilkan: rasa curiga dan kekhawatiran. Semoga yang satu ini juga bisa ikut “diamankan.” (tebe)


