Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Jateng Gas Pol Manajemen Talenta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Jateng Gas Pol Manajemen Talenta

Kalau kerja masih pakai faktor “deket sama siapa”, ya susah maju. Jawa Tengah pelan-pelan mau ninggalin pola lama itu. Sistem merit dan manajemen talenta mulai digeber, biar ASN naik kelas bukan karena kedekatan, tapi karena kemampuan.

T. Budianto
Last updated: Januari 9, 2026 8:44 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PENANDATANGANAN KOMITMEN: Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh bersama Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi usai Penandatanganan Komitmen Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (8/1/2025). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah disebut punya peluang besar jadi role model nasional. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi komitmen Pemprov Jateng yang konsisten menerapkan sistem merit dan manajemen talenta secara serius.

“Saya ingin Jawa Tengah jadi barometer pengembangan ASN. Institusi nggak boleh bergantung pada orang, tapi harus kuat di sistem,” kata Zudan dalam Penandatanganan Komitmen Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta bagi seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Provinsi serta kabupaten/kota se-Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (8/1/2025).

Baca juga: Dorong Reformasi Birokrasi, Pansus RPJMD Fokus Bahas Arah Digitalisasi dan Inovasi Pelayanan Publik

Menurut Zudan, meritokrasi itu sederhana tapi krusial: yang layak, ya harus di posisi yang tepat. “Merit itu layak, kratos itu kekuasaan. Artinya, orang yang pantas harus ditempatkan di fungsi yang tepat. Di era sekarang, ASN yang lambat bakal jadi rem program,” tegasnya.

Ia menyebut, manajemen talenta bukan sekadar istilah keren, tapi instrumen penting untuk menyiapkan ASN terbaik agar visi-misi kepala daerah bisa dieksekusi tanpa drama. “Kuncinya tetap kinerja. Dengan manajemen talenta, pengganti sudah disiapkan sejak awal,” ujarnya.

Reformasi Birokrasi

Senada, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa manajemen talenta adalah jantung reformasi birokrasi. Bagi dia, ini bukan proyek jangka pendek, tapi fondasi pembangunan daerah.

“Momentum ini krusial. Pengelolaan ASN tidak lagi berbasis like and dislike, tapi lewat sistem yang terukur,” kata Luthfi. Di Jateng, kebijakan ini bukan barang baru. Sejak 2021, manajemen talenta sudah diatur lewat Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2021.

Implementasinya diperkuat dengan pembentukan tim khusus dan pemanfaatan aplikasi agar prosesnya objektif dan transparan. Dampaknya mulai terasa. Sejak 2022, Pemprov Jateng sudah empat kali melakukan pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama berbasis manajemen talenta.

Hasilnya, 27 pejabat promosi dan 28 pejabat mutasi berdasarkan peta kompetensi dan kinerja, bukan sekadar feeling. Ke depan, sistem ini tak hanya berlaku untuk pejabat tinggi, tapi juga akan diperluas ke jabatan administrator dan pengawas. Targetnya jelas: karier ASN lebih terencana, berjenjang, dan fair.

Baca juga: Bukan Pajangan: 40 Piala Ini Jadi Kompasnya Jateng

Luthfi menambahkan, penerapan sistem merit juga didorong selaras antara provinsi dan kabupaten/kota. Sejumlah daerah seperti Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Magelang, dan Kota Tegal bahkan dinilai sudah menjalankan sistem ini dengan kategori baik hingga sangat baik.

Trennya pun positif. Daerah dengan kategori “kurang” dan “buruk” terus berkurang, sementara yang masuk kategori “baik” makin bertambah.

Sebagai penutup acara, Kepala BKN menyerahkan Piagam Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta kepada enam pemerintah daerah, yakni Pemprov Jateng, Kota Semarang, Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Cilacap.

Kalau algoritma medsos bisa milih konten terbaik, masa birokrasi masih pakai perasaan? Jateng lagi nyobain cara baru: ASN naik level bukan karena dekat, tapi karena tepat. (tebe)

You Might Also Like

Ingat-ingat!! Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan 2025 Berlaku Hingga 30 Juni 2025

Puan Maharani Diundang untuk Peresmian Nama Jalan Sukarno di Kamboja

Bisa Bikin Mustahik Jadi Muzaki? Begini Cara Baznas Jateng Dorong Ekonomi Umat di Purbalingga

Akar Bajakah, Warisan Hutan Kalimantan, Benarkah Berkhasiat?

Sederet Sapi dengan Harga Selangit, Lebih Mahal dari Supercar

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Biar Kisah Wali Nggak Cuma Cerita, Wagub Usul Masuk Timeline Pakai AI
Next Article Meromantisasi Nikah Muda di Medsos adalah Tindakan yang Memprihatinkan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, memberi pemaparan tentang fungsi eksekutif anak.

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau TPA Putri Cempo, Senin (11/2/2026).

Respati Turun Gunung ke Putri Cempo Solo, Bawa Alat Berat Buat Beresin Drama Sampah

Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.

Bank BJB, Telkomsel, Larissa, hingga Uncle Bao Dukung Bacaaja ‘Meet & Greet Densus’ di SMAN 6 Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Cerita Judheg Singgah, Film Ngapak Akhirnya Masuk Panggung Festival

November 14, 2025
Ilustrasi amunisi TNI.
Unik

Ledakan Amunisi Garut Bukan Pertama, Berikut Insiden Serupa yang Telan Korban di Indonesia

Mei 14, 2025
Unik

Pemerintah Perpanjang MPLS Jadi Lima Hari, Siapkan Cek Kesehatan Gratis bagi Siswa

Juli 3, 2025
Gu
Unik

“Jangan Semua Ikuti Mertua Anda!”: Said Didu Sentil Keras Bobby Soal Empat Pulau Aceh

Juni 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Gas Pol Manajemen Talenta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?