BACAAJA, ISLAMABAD– Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menegaskan kalau gagalnya kesepakatan dengan Amerika Serikat dalam satu pertemuan itu bukan hal yang mengejutkan.
Menurutnya, suasana negosiasi di Islamabad memang dari awal sudah “nggak sehat”, dipenuhi rasa tidak percaya, bahkan kecurigaan tingkat tinggi. Apalagi, latar belakangnya bukan konflik kecil.
Baca juga: Kejutan Total untuk Israel! Trump Tiba-tiba Deal Gencatan Senjata dengan Iran, Ada Apa?
Iran menyebut ada perang selama 40 hari yang baru saja terjadi, dan itu makin memperkeruh suasana. “Wajar kalau nggak ada kesepakatan dalam satu pertemuan. Nggak ada juga yang berharap bisa langsung beres,” kira-kira begitu pesan yang disampaikan Baqaei.
Masalahnya pun bukan satu dua. Dari isu strategis kayak Selat Hormuz, program nuklir, sampai tuntutan reparasi perang dan pencabutan sanksi, semuanya numpuk jadi satu paket pembahasan yang super kompleks.
Poin Kunci
Iran mengakui sebenarnya ada sedikit progres di beberapa topik. Tapi ya itu, perbedaan di dua atau tiga poin kunci cukup buat bikin semuanya mentok di tempat.
Negosiasi yang dimediasi Pakistan ini sendiri berlangsung maraton, sekitar 21 jam, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tapi pada akhirnya, delegasi Iran pulang tanpa membawa kesepakatan apa pun.
Di sisi lain, Baqaei juga sempat “lempar pesan halus” lewat platform X. Ia menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi ini tergantung pada keseriusan pihak lawan, alias jangan kebanyakan tuntutan yang dianggap berlebihan atau melanggar hukum menurut Iran.
Baca juga: Iran Gelar Sayembara Berburu Pilot Jet Tempur AS yang Jatuh, Hadianya Gak Main-main
Meski belum ada kepastian apakah bakal ada ronde lanjutan, satu hal jelas: jalan menuju kesepakatan masih panjang dan berliku. Iran juga tetap menyampaikan apresiasi ke Pakistan yang sudah jadi tuan rumah dan mediator dalam perundingan ini.
Kalau negosiasi ini diibaratkan chat, mungkin statusnya masih “typing…” tapi nggak pernah dikirim. Udah 21 jam ngobrol, tapi isinya masih saling baca tanpa benar-benar paham. Kalau masih bawa curiga ke meja, ya jangan heran kalau yang pulang bukan kesepakatan, tapi cuma capek. (tebe)

