BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang bakal membuka rangkaian Hari Jadi ke-479 dengan cara yang lebih “berisi”. Launching yang dijadwalkan Selasa (14/4/2026) ini nggak cuma simbolik, tapi langsung diisi program yang menyentuh kebutuhan warga.
Kegiatan bakal dimulai dari kawasan pesisir, tepatnya di Kampung Tambaklorok. Wali Kota Agustina Wilujeng dijadwalkan turun langsung buat kampanye gemar makan ikan, nggak sekadar imbauan, tapi juga makan bareng warga.
Baca juga: Kado HUT Semarang, PBB Diskon 10 Persen
Langkah ini jadi bagian dari upaya dorong perbaikan gizi keluarga, sekaligus nyentil isu stunting yang masih jadi perhatian. “Peringatan hari jadi bukan hanya seremoni, tapi harus punya dampak langsung,” kata Agustina, Minggu, (12/4/2026).
Setelah dari pesisir, rangkaian acara lanjut ke Balai Kota Semarang. Di sini, pembukaan resmi bakal dilakukan bareng jajaran Forkopimda. Tapi lagi-lagi, bukan sekadar seremoni. Ada lomba masak ikan, sarasehan bareng PKK, sampai expo perikanan yang melibatkan pelaku usaha lokal. Jadi bukan cuma hiburan, tapi juga dorong ekonomi warga.
Layanan Publik
Yang paling “kerasa” tentu program layanan publiknya. Mulai dari donor darah, cek kesehatan gratis, pelayanan KB keliling, sampai bantuan pangan bergizi untuk kelompok rentan, termasuk bayi di bawah dua tahun dan calon pengantin.
Semua ini dikemas dalam program “Kado Hebat”, yang intinya, ulang tahun kota harus bisa jadi hadiah nyata buat warganya.
Rangkaian HUT ke-479 ini bakal berlangsung sampai Mei 2026. Isinya beragam, dari kegiatan sosial, budaya, sampai festival ekonomi kreatif. Pemkot juga janji semua info kegiatan bakal terpusat dan mudah diakses, biar warga nggak ketinggalan.
Baca juga: Ultah ke-479, Semarang Bagi-Bagi “Hadiah”: Naik BRT Gratis, Wisata Free, Parkir Cuma 479 Perak!
Lebih dari itu, ada pesan yang ingin ditegaskan: perayaan kota bukan lagi soal meriah atau tidak, tapi seberapa besar manfaatnya.
Kalau dulu ulang tahun kota identik sama panggung dan seremoni, sekarang mulai berubah: yang dicari bukan cuma tepuk tangan, tapi dampak. Karena percuma acara megah kalau warga cuma jadi penonton, sementara yang dibutuhkan sebenarnya sederhana: sehat, kenyang, dan ngerasa diperhatikan. (tebe)

