BACAAJA, SEMARANG – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam kegiatan halal bihalal yang digelar keluarga besar Bacaaja di kantor. Momen ini bukan sekadar ajang saling bermaafan setelah Hari Raya Idulfitri, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan memperkuat semangat kebersamaan antaranggota tim.
Kegiatan berlangsung dalam nuansa santai namun penuh makna. Terlihat para peserta duduk melingkar di atas karpet, sebagian bersandar santai sambil menyimak, sebagian lain tersenyum dan sesekali bercengkerama ringan. Tidak ada sekat formalitas yang kaku, yang hadir justru rasa kekeluargaan yang kuat.
Dalam momen lain, suasana berubah lebih cair ketika para peserta berdiri, saling bersalaman, dan berbagi tawa, menciptakan dinamika interaksi yang hidup dan hangat.
Puji Utami selaku Chief Operating Officer (COO) dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat kerja pasca-Lebaran. Ia mengajak seluruh tim untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menjalankan tugas.
“Kita harus lebih semangat, saling menguatkan, terutama dalam hal koordinasi dan komunikasi. Karena dari situ kerja tim bisa berjalan lebih baik,” ujarnya. Selasa (31/03/2026)
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan bukan hanya soal momen seremonial, tetapi juga harus tercermin dalam kerja sehari-hari.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Chief Creative Officer (CCO), Ibrohim, yang menambahkan nuansa reflektif dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan doa yang umum diucapkan dalam tradisi halal bihalal:
جَعَلَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ
(Ja‘alanallāhu wa iyyākum minal ‘āidīn wal fāizīn)
yang berarti, “Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan meraih kemenangan.” Selasa (31/03/2026)
Ia juga menegaskan bahwa makna kembali ke fitrah harus diiringi dengan semangat baru dalam bekerja dan saling mengingatkan satu sama lain.
“Yang penting kita tetap semangat dan saling menguatkan, serta terus mengingatkan dalam kebaikan,” ungkapnya. Selasa (31/03/2026)
Dari pengamatan selama kegiatan, interaksi antaranggota tim terlihat begitu cair. Tidak hanya antar divisi, tetapi juga lintas peran, menunjukkan bahwa relasi yang terbangun tidak sekadar profesional, melainkan juga personal. Beberapa peserta tampak berbincang santai setelah sesi formal selesai, sementara yang lain masih berkumpul dalam kelompok kecil, memperpanjang momen kebersamaan.
Ruang kantor yang biasanya dipenuhi aktivitas kerja pun bertransformasi menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Karpet yang digelar dan posisi duduk melingkar menciptakan kesan egaliter, di mana semua orang berada dalam posisi yang setara, tidak ada jarak antara pimpinan dan anggota tim.
Halal bihalal ini menjadi penanda bahwa setelah jeda Lebaran, seluruh tim siap kembali melangkah dengan energi baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan bahwa kekuatan utama sebuah tim bukan hanya pada kemampuan individu, tetapi pada solidaritas dan saling dukung di antara anggotanya. (dul)


